Senin, 01 Desember 2025

Tata Bahasa Transformasional-Generatif

Ditulis oleh: Tim Redaksi Pusat Referensi Linguistik

Kategori: Linguistik Teoretis – Sintaksis
Tanggal Publikasi: November 2025

 

Pendahuluan

Dalam sejarah linguistik modern, tidak ada teori yang lebih berpengaruh daripada Tata Bahasa Transformasional-Generatif (Transformational-Generative Grammar, disingkat TGT atau TG Grammar). Teori ini dikembangkan oleh Noam Chomsky pada pertengahan abad ke-20 sebagai reaksi terhadap linguistik struktural yang sebelumnya mendominasi.

Chomsky menolak pandangan bahwa bahasa hanya merupakan kumpulan kebiasaan ujaran (behaviorisme). Ia berpendapat bahwa bahasa adalah hasil dari kemampuan mental bawaan manusia, yang disebut sebagai kompetensi linguistik (Chomsky, 1965). Melalui teori TGT, Chomsky berusaha menjelaskan bagaimana penutur bahasa dapat menghasilkan dan memahami jumlah kalimat yang tidak terbatas dari aturan yang terbatas.

Artikel ini akan membahas dua pokok bahasan utama:
(1) Tata Bahasa Transformasional-Generatif, dan
(2) Transformasi dan Pergerakan, yang menjadi inti dari mekanisme pembentukan kalimat dalam teori ini.

 

Sintaksis Pengantar Linguistik dan Struktur Kalimat | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com) 

6.1. Tata Bahasa Transformasional-Generatif

Latar Belakang dan Konsep Dasar

Tata Bahasa Transformasional-Generatif (TGT) muncul sebagai respons terhadap keterbatasan teori Strukturalisme dan Behaviorisme dalam menjelaskan kreativitas bahasa.

Menurut Chomsky (1957, 1965), teori linguistik tidak cukup hanya mendeskripsikan struktur permukaan bahasa (surface structure), tetapi harus menjelaskan proses mental yang memungkinkan pembentukan kalimat. Karena itu, TGT menggabungkan dua komponen utama:

1.      Komponen Sintaksis – menjelaskan bagaimana struktur kalimat dibentuk dari satuan dasar.

2.      Komponen Transformasional – menjelaskan bagaimana struktur dasar (deep structure) diubah menjadi struktur permukaan (surface structure).

Chomsky (1957) mengemukakan bahwa setiap kalimat memiliki dua tingkat representasi:

·         Struktur dalam (deep structure): bentuk abstrak yang merepresentasikan makna dasar.

·         Struktur permukaan (surface structure): bentuk kalimat yang muncul dalam tuturan aktual.

Contohnya:

“Ali membaca buku.”
“Buku dibaca oleh Ali.”

Kedua kalimat ini memiliki makna dasar yang sama (struktur dalam), tetapi bentuk permukaan berbeda. Perubahan dari bentuk pertama ke bentuk kedua dijelaskan melalui aturan transformasi.

 

Kompetensi dan Performansi

Chomsky (1965) membedakan dua konsep penting dalam teori bahasanya:

·         Kompetensi linguistik adalah kemampuan bawaan penutur untuk membentuk dan memahami kalimat-kalimat dalam bahasanya.

·         Performansi linguistik adalah realisasi nyata dari kemampuan itu dalam tuturan sehari-hari.

Sebagai contoh, seorang penutur mungkin memiliki kompetensi untuk membentuk kalimat panjang yang kompleks, tetapi performansinya bisa terpengaruh oleh faktor psikologis, sosial, atau kontekstual.

Dengan demikian, studi linguistik menurut Chomsky harus berfokus pada kompetensi, bukan sekadar observasi terhadap perilaku ujaran.

 

Struktur Kalimat: Dari Kaidah Frasa ke Struktur Dalam

Dalam model awal TGT (Syntactic Structures, 1957), kalimat dijelaskan melalui kaidah frasa (phrase structure rules).
Contohnya:

S → NP + VP
NP → (Det) + N
VP → V + (NP)

Kaidah ini berarti bahwa sebuah kalimat (S) terdiri dari frasa nomina (NP) dan frasa verba (VP). Frasa verba dapat berisi verba (V) dan objek (NP).

Dari kaidah ini, kalimat “Anak itu membaca buku” dapat dijabarkan sebagai:

·         S → NP + VP

·         NP → Anak itu

·         VP → membaca buku

Namun, untuk menjelaskan variasi kalimat seperti kalimat pasif, interogatif, dan negatif, dibutuhkan transformasi, yang menjadi ciri khas teori ini.

 

6.2. Transformasi dan Pergerakan

Makna Transformasi

Transformasi adalah proses yang mengubah struktur dalam (deep structure) menjadi struktur permukaan (surface structure) tanpa mengubah makna inti (Radford, 2009). Proses ini melibatkan pergerakan unsur sintaktis, seperti perpindahan subjek, objek, atau verba untuk membentuk pola kalimat yang sesuai dengan aturan gramatikal bahasa tertentu.

Misalnya:

Struktur dasar: “Ali membaca buku.”
Transformasi pasif: “Buku dibaca oleh Ali.”

Perubahan ini dijelaskan melalui aturan transformasi pergerakan objek ke posisi subjek.

Jenis-Jenis Transformasi

Menurut teori Chomsky dan pengikutnya (Haegeman, 1994; Cook & Newson, 2014), beberapa jenis transformasi utama antara lain:

1.      Transformasi Pasif

o    Struktur dalam: Subjek + Predikat + Objek
→ “Ali membaca buku.”

o    Struktur permukaan: Objek berpindah ke posisi subjek.
→ “Buku dibaca oleh Ali.”

2.      Transformasi Interogatif

o    Pergerakan elemen wh- ke awal kalimat.

“Ali membaca apa?” → “Apa yang dibaca Ali?”

o    Unsur apa (objek) berpindah ke posisi awal, menunjukkan struktur hierarkis yang berubah.

3.      Transformasi Negatif

o    Penambahan elemen negatif seperti tidak atau bukan.

“Ali membaca buku.” → “Ali tidak membaca buku.”

4.      Transformasi Relatif

o    Pembentukan klausa relatif dari dua kalimat.

“Ali membaca buku itu.” + “Buku itu menarik.”
→ “Buku yang dibaca Ali itu menarik.”

Pergerakan (Movement)

Dalam teori generatif modern, pergerakan (movement) adalah mekanisme sintaktis yang paling fundamental. Unsur bahasa berpindah posisi untuk memenuhi aturan struktur frasa dan fitur sintaktis tertentu.

Contoh dalam kalimat interogatif:

“Dia membeli apa?” → “Apa yang dia beli?”

Pergerakan apa menunjukkan bahwa unsur objek dapat berpindah dari posisi bawah (komplemen verba) ke posisi atas (komplemen kalimat). Struktur ini divisualisasikan dalam diagram pohon sintaktis.

 

Representasi Diagram Pohon Transformasional

Untuk memperlihatkan bagaimana transformasi terjadi, berikut representasi pohon sintaktis interaktif yang bisa Anda tampilkan di blog menggunakan pustaka Mermaid.js.

<div id="tree"></div>
<script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/mermaid/dist/mermaid.min.js"></script>
<script>
mermaid.initialize({ startOnLoad: true });
</script>
<pre class="mermaid">
graph TD
  A["S (Klausa)"] --> B["NP: Ali"]
  A --> C["VP: membaca buku"]
  C --> D["V: membaca"]
  C --> E["NP: buku"]
  A -.-> F["Transformasi Pasif"]
  F --> G["S: Buku dibaca oleh Ali"]
</pre>

 

Elemen ini memungkinkan pengunjung blog Pusat Referensi Linguistik untuk melihat pergerakan unsur dalam struktur kalimat secara visual dan interaktif.

 

Kritik dan Perkembangan Lanjutan

Teori Transformasional-Generatif mengalami berbagai revisi dan kritik selama dekade berikutnya. Beberapa di antaranya adalah:

·         Government and Binding Theory (GB) (Chomsky, 1981)
→ memperkenalkan konsep movement dan bounding.

·         Minimalist Program (MP) (Chomsky, 1995)
→ menyederhanakan teori dengan menekankan ekonomi kognitif: hanya struktur yang diperlukan oleh makna dan pengucapan yang dihasilkan.

Menurut Radford (2009), TGT terus berkembang menuju model yang lebih minimalis dan psikologis, dengan asumsi bahwa semua bahasa memiliki prinsip universal (Universal Grammar), sedangkan variasi antarbahasa dijelaskan oleh parameter spesifik.

 

Implikasi Teori TGT dalam Linguistik dan Pendidikan

Teori Transformasional-Generatif tidak hanya berpengaruh dalam linguistik teoretis, tetapi juga pada:

·         Pengajaran bahasa kedua (Second Language Acquisition) – membantu memahami kesalahan struktural pelajar bahasa.

·         Analisis sintaksis bahasa Indonesia – banyak peneliti (mis. Verhaar, 2010; Ramlan, 1987) mengadaptasi prinsip TGT untuk menganalisis struktur klausa bahasa Indonesia.

·         Pemrosesan bahasa alami (NLP) – algoritma seperti parse trees dan dependency grammar berakar dari teori transformasional.

 

Kaitan dengan Kajian Sebelumnya

Untuk memahami konteks teoritis Tata Bahasa Transformasional-Generatif, Anda dapat membaca artikel pendahulu berikut di blog ini:

·         🔗 Konstituen dan Struktur Hierarkis

·         🔗 Struktur Klausa dan Jenis-Jenisnya

·         🔗 Kategori Gramatikal dan Fungsi Sintaksis

 

Kesimpulan

Tata Bahasa Transformasional-Generatif merupakan tonggak utama dalam perkembangan linguistik modern. Teori ini menjelaskan bahwa bahasa bukan sekadar sistem tanda atau kebiasaan sosial, tetapi manifestasi dari kemampuan mental bawaan manusia.

Dengan memahami transformasi dan pergerakan, kita dapat melihat bagaimana makna dasar (struktur dalam) diwujudkan menjadi bentuk permukaan yang beragam dalam berbagai bahasa. Pendekatan ini tidak hanya memperdalam analisis sintaksis, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian lintasdisiplin seperti psikologi bahasa, kecerdasan buatan, dan pedagogi linguistik.

 

Daftar Pustaka

Chomsky, N. (1957). Syntactic structures. Mouton.
Chomsky, N. (1965). Aspects of the theory of syntax. MIT Press.
Chomsky, N. (1981). Lectures on government and binding. Foris Publications.
Chomsky, N. (1995). The minimalist program. MIT Press.
Cook, V. J., & Newson, M. (2014). Chomsky’s universal grammar: An introduction (3rd ed.). Wiley-Blackwell.
Haegeman, L. (1994). Introduction to government and binding theory (2nd ed.). Blackwell.
Radford, A. (2009). Analyzing English sentences: A minimalist approach. Cambridge University Press.
Ramlan. (1987). Sintaksis. CV Karyono.
Verhaar, J. W. M. (2010). Asas-asas linguistik umum. Gadjah Mada University Press.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA Buku Morfologi Bahasa Indonesia ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif dan apl...