Ditulis oleh: Tim Redaksi Pusat Referensi Linguistik
Kategori:
Linguistik Teoretis – Sintaksis
Tanggal Publikasi:
November 2025
Pendahuluan
Dalam sejarah linguistik modern, tidak ada teori yang lebih berpengaruh
daripada Tata Bahasa
Transformasional-Generatif (Transformational-Generative Grammar, disingkat TGT
atau TG Grammar). Teori ini dikembangkan oleh Noam Chomsky pada
pertengahan abad ke-20 sebagai reaksi terhadap linguistik struktural yang
sebelumnya mendominasi.
Chomsky menolak pandangan bahwa bahasa hanya merupakan kumpulan kebiasaan
ujaran (behaviorisme). Ia berpendapat bahwa bahasa adalah hasil dari kemampuan mental bawaan manusia,
yang disebut sebagai kompetensi
linguistik (Chomsky, 1965). Melalui teori TGT, Chomsky berusaha
menjelaskan bagaimana
penutur bahasa dapat menghasilkan dan memahami jumlah kalimat yang tidak
terbatas dari aturan yang terbatas.
Artikel ini akan membahas dua pokok bahasan utama:
(1) Tata Bahasa
Transformasional-Generatif, dan
(2) Transformasi dan
Pergerakan, yang menjadi inti dari mekanisme pembentukan kalimat
dalam teori ini.
| Sintaksis Pengantar Linguistik dan Struktur Kalimat | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com) |
6.1. Tata Bahasa Transformasional-Generatif
Latar Belakang dan Konsep Dasar
Tata Bahasa Transformasional-Generatif (TGT) muncul sebagai respons terhadap
keterbatasan teori Strukturalisme
dan Behaviorisme
dalam menjelaskan kreativitas bahasa.
Menurut Chomsky (1957, 1965), teori linguistik tidak cukup hanya
mendeskripsikan struktur permukaan bahasa (surface
structure), tetapi harus menjelaskan proses mental yang memungkinkan
pembentukan kalimat. Karena itu, TGT menggabungkan dua komponen
utama:
1.
Komponen
Sintaksis – menjelaskan bagaimana struktur kalimat dibentuk
dari satuan dasar.
2.
Komponen
Transformasional – menjelaskan bagaimana struktur dasar (deep
structure) diubah menjadi struktur permukaan (surface structure).
Chomsky (1957) mengemukakan bahwa setiap kalimat memiliki dua tingkat
representasi:
·
Struktur
dalam (deep structure): bentuk abstrak yang merepresentasikan
makna dasar.
·
Struktur
permukaan (surface structure): bentuk kalimat yang muncul dalam
tuturan aktual.
Contohnya:
“Ali membaca buku.”
“Buku dibaca oleh Ali.”
Kedua kalimat ini memiliki makna
dasar yang sama (struktur dalam), tetapi bentuk permukaan berbeda.
Perubahan dari bentuk pertama ke bentuk kedua dijelaskan melalui aturan transformasi.
Kompetensi dan Performansi
Chomsky (1965) membedakan dua konsep penting dalam teori bahasanya:
·
Kompetensi
linguistik adalah kemampuan bawaan penutur untuk membentuk dan
memahami kalimat-kalimat dalam bahasanya.
·
Performansi
linguistik adalah realisasi nyata dari kemampuan itu dalam
tuturan sehari-hari.
Sebagai contoh, seorang penutur mungkin memiliki kompetensi untuk membentuk
kalimat panjang yang kompleks, tetapi performansinya bisa terpengaruh oleh
faktor psikologis, sosial, atau kontekstual.
Dengan demikian, studi linguistik menurut Chomsky harus berfokus pada kompetensi, bukan
sekadar observasi terhadap perilaku ujaran.
Struktur Kalimat: Dari Kaidah Frasa ke Struktur Dalam
Dalam model awal TGT (Syntactic Structures, 1957), kalimat dijelaskan
melalui kaidah frasa
(phrase structure rules).
Contohnya:
S → NP + VPNP → (Det) + NVP → V + (NP)
Kaidah ini berarti bahwa sebuah kalimat (S) terdiri dari frasa nomina (NP)
dan frasa verba (VP). Frasa verba dapat berisi verba (V) dan objek (NP).
Dari kaidah ini, kalimat “Anak
itu membaca buku” dapat dijabarkan sebagai:
·
S → NP + VP
·
NP → Anak
itu
·
VP → membaca
buku
Namun, untuk menjelaskan variasi kalimat seperti kalimat pasif, interogatif, dan
negatif, dibutuhkan transformasi,
yang menjadi ciri khas teori ini.
6.2. Transformasi dan Pergerakan
Makna Transformasi
Transformasi
adalah proses yang mengubah struktur
dalam (deep structure) menjadi struktur permukaan (surface structure)
tanpa mengubah makna inti (Radford, 2009). Proses ini melibatkan pergerakan unsur sintaktis,
seperti perpindahan subjek, objek, atau verba untuk membentuk pola kalimat yang
sesuai dengan aturan gramatikal bahasa tertentu.
Misalnya:
Struktur dasar: “Ali membaca buku.”
Transformasi pasif: “Buku dibaca oleh Ali.”
Perubahan ini dijelaskan melalui aturan transformasi pergerakan objek ke posisi subjek.
Jenis-Jenis Transformasi
Menurut teori Chomsky dan pengikutnya (Haegeman, 1994; Cook & Newson,
2014), beberapa jenis transformasi utama antara lain:
1.
Transformasi
Pasif
o Struktur
dalam: Subjek + Predikat + Objek
→ “Ali membaca buku.”
o Struktur
permukaan: Objek berpindah ke posisi subjek.
→ “Buku dibaca oleh Ali.”
2.
Transformasi
Interogatif
o Pergerakan
elemen wh- ke
awal kalimat.
“Ali membaca apa?” → “Apa yang dibaca Ali?”
o Unsur
apa (objek)
berpindah ke posisi awal, menunjukkan struktur hierarkis yang berubah.
3.
Transformasi
Negatif
o Penambahan
elemen negatif seperti tidak
atau bukan.
“Ali membaca buku.” → “Ali tidak membaca buku.”
4.
Transformasi
Relatif
o Pembentukan
klausa relatif dari dua kalimat.
“Ali membaca buku itu.” + “Buku itu menarik.”
→ “Buku yang dibaca Ali itu menarik.”
Pergerakan (Movement)
Dalam teori generatif modern, pergerakan
(movement) adalah mekanisme sintaktis yang paling fundamental.
Unsur bahasa berpindah posisi untuk memenuhi aturan struktur frasa dan fitur sintaktis
tertentu.
Contoh dalam kalimat interogatif:
“Dia membeli apa?” → “Apa yang dia beli?”
Pergerakan apa
menunjukkan bahwa unsur objek dapat berpindah dari posisi bawah (komplemen
verba) ke posisi atas (komplemen kalimat). Struktur ini divisualisasikan dalam diagram pohon sintaktis.
Representasi Diagram Pohon Transformasional
Untuk memperlihatkan bagaimana transformasi terjadi, berikut representasi pohon sintaktis interaktif
yang bisa Anda tampilkan di blog menggunakan pustaka Mermaid.js.
<div id="tree"></div><script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/mermaid/dist/mermaid.min.js"></script><script>mermaid.initialize({ startOnLoad: true });</script><pre class="mermaid">graph TD A["S (Klausa)"] --> B["NP: Ali"] A --> C["VP: membaca buku"] C --> D["V: membaca"] C --> E["NP: buku"] A -.-> F["Transformasi Pasif"] F --> G["S: Buku dibaca oleh Ali"]</pre>
Elemen ini memungkinkan pengunjung blog Pusat
Referensi Linguistik untuk melihat
pergerakan unsur dalam struktur kalimat secara visual dan interaktif.
Kritik dan Perkembangan Lanjutan
Teori Transformasional-Generatif mengalami berbagai revisi dan kritik selama
dekade berikutnya. Beberapa di antaranya adalah:
·
Government
and Binding Theory (GB) (Chomsky, 1981)
→ memperkenalkan konsep movement
dan bounding.
·
Minimalist
Program (MP) (Chomsky, 1995)
→ menyederhanakan teori dengan menekankan ekonomi kognitif: hanya struktur yang
diperlukan oleh makna dan pengucapan yang dihasilkan.
Menurut Radford (2009), TGT terus berkembang menuju model yang lebih
minimalis dan psikologis, dengan asumsi bahwa semua bahasa memiliki prinsip universal
(Universal Grammar), sedangkan variasi antarbahasa dijelaskan oleh parameter spesifik.
Implikasi Teori TGT dalam Linguistik dan Pendidikan
Teori Transformasional-Generatif tidak hanya berpengaruh dalam linguistik
teoretis, tetapi juga pada:
·
Pengajaran
bahasa kedua (Second Language Acquisition) – membantu memahami
kesalahan struktural pelajar bahasa.
·
Analisis
sintaksis bahasa Indonesia – banyak peneliti (mis. Verhaar,
2010; Ramlan, 1987) mengadaptasi prinsip TGT untuk menganalisis struktur klausa
bahasa Indonesia.
·
Pemrosesan
bahasa alami (NLP) – algoritma seperti parse trees dan dependency grammar
berakar dari teori transformasional.
Kaitan dengan Kajian Sebelumnya
Untuk memahami konteks teoritis Tata Bahasa Transformasional-Generatif, Anda
dapat membaca artikel pendahulu berikut di blog ini:
·
🔗 Konstituen dan
Struktur Hierarkis
·
🔗 Struktur Klausa dan
Jenis-Jenisnya
·
🔗 Kategori Gramatikal
dan Fungsi Sintaksis
Kesimpulan
Tata Bahasa Transformasional-Generatif merupakan tonggak utama dalam
perkembangan linguistik modern. Teori ini menjelaskan bahwa bahasa bukan
sekadar sistem tanda atau kebiasaan sosial, tetapi manifestasi dari kemampuan mental bawaan manusia.
Dengan memahami transformasi
dan pergerakan, kita dapat melihat bagaimana makna dasar
(struktur dalam) diwujudkan menjadi bentuk permukaan yang beragam dalam
berbagai bahasa. Pendekatan ini tidak hanya memperdalam analisis sintaksis,
tetapi juga membuka jalan bagi penelitian lintasdisiplin seperti psikologi
bahasa, kecerdasan buatan, dan pedagogi linguistik.
Daftar Pustaka
Chomsky, N. (1957). Syntactic
structures. Mouton.
Chomsky, N. (1965). Aspects
of the theory of syntax. MIT Press.
Chomsky, N. (1981). Lectures
on government and binding. Foris Publications.
Chomsky, N. (1995). The
minimalist program. MIT Press.
Cook, V. J., & Newson, M. (2014). Chomsky’s
universal grammar: An introduction (3rd ed.). Wiley-Blackwell.
Haegeman, L. (1994). Introduction
to government and binding theory (2nd ed.). Blackwell.
Radford, A. (2009). Analyzing
English sentences: A minimalist approach. Cambridge University
Press.
Ramlan. (1987). Sintaksis.
CV Karyono.
Verhaar, J. W. M. (2010). Asas-asas
linguistik umum. Gadjah Mada University Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar