Pendahuluan
Dalam perkembangan linguistik terapan sebagai
disiplin ilmiah, studi empiris memiliki peran yang amat penting. Bidang ini
tidak hanya mengandalkan teori atau spekulasi konseptual, tetapi menuntut bukti
nyata dari penelitian yang bersumber pada data bahasa, praktik sosial, dan
proses pembelajaran. Salah satu tokoh penting dalam upaya mendefinisikan dan
mengarahkan ruang lingkup linguistik terapan adalah Paul Angelis.
Ia berupaya memahami bagaimana bidang ini bekerja secara empiris dengan
meninjau data yang dihasilkan oleh publikasi akademik dan penelitian terdahulu.
Melalui pendekatan tersebut, Angelis memperlihatkan bagaimana linguistik
terapan berkembang sebagai disiplin yang berakar pada penelitian bahasa dalam
konteks dunia nyata.
Bab ini membahas tiga aspek utama:
1.
Cara Paul Angelis mendefinisikan ruang lingkup
linguistik terapan.
2.
Sumber data yang digunakan Angelis dalam
analisisnya.
3.
Peran jurnal-jurnal seperti Applied
Linguistics dan TESOL Quarterly dalam
memahami tren empiris bidang ini.
| Linguistik Terapan Jilid Pertama - Aco Nasir | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com) |
1.
Upaya Paul Angelis dalam Mendefinisikan Ruang Lingkup Linguistik Terapan
Pada tahun 1980-an, Paul Angelis menerbitkan
serangkaian tulisan yang mencoba merumuskan secara empiris apa yang sebenarnya
dimaksud dengan linguistik terapan. Berbeda dengan pandangan teoretis yang
sering bersifat normatif, Angelis (1987) berargumen bahwa definisi linguistik
terapan sebaiknya didasarkan pada apa yang benar-benar dilakukan oleh
para peneliti dan praktisi dalam bidang tersebut, bukan sekadar
apa yang mereka katakan tentang bidang itu.
Menurut Angelis (1987), linguistik terapan
dapat dipahami melalui analisis isi (content analysis)
terhadap penelitian yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal utama bidang ini.
Dengan kata lain, untuk memahami apa itu linguistik terapan, kita perlu
meninjau secara empiris: topik apa yang diteliti, metode apa yang digunakan,
serta konteks apa yang menjadi fokus penelitian para ahli. Pendekatan ini
memposisikan linguistik terapan bukan sebagai “produk definisi” tetapi sebagai
“produk praktik akademik”.
Angelis menolak pandangan bahwa linguistik
terapan hanyalah “penerapan teori linguistik” dalam konteks praktis.
Menurutnya, ruang lingkup linguistik terapan jauh lebih luas dan mencakup
penelitian tentang penggunaan bahasa dalam situasi
nyata, kebijakan bahasa, pengajaran bahasa kedua, penerjemahan, analisis
wacana, hingga teknologi bahasa (Angelis, 1987; 1990). Ia juga
menekankan bahwa sifat utama linguistik terapan adalah empiris dan
problem-oriented — berfokus pada pemecahan masalah bahasa yang
konkret di masyarakat.
Dengan demikian, bagi Angelis, ruang lingkup
linguistik terapan tidak dapat ditetapkan secara apriori. Ia harus ditemukan
melalui penelitian terhadap karya nyata para ilmuwan linguistik terapan.
Pendekatan ini menjadi tonggak penting karena mengubah cara pandang terhadap
definisi disiplin ini — dari sesuatu yang “filosofis” menjadi sesuatu yang “empiris
dan deskriptif”.
2.
Sumber Data yang Digunakan oleh Paul Angelis dalam Analisisnya
Untuk mendukung definisi empirisnya, Paul
Angelis menggunakan data publikasi akademik
sebagai sumber utama. Ia melakukan analisis terhadap artikel-artikel yang
diterbitkan dalam jurnal-jurnal besar linguistik terapan, seperti Applied
Linguistics dan TESOL Quarterly. Dengan
meninjau isi publikasi tersebut, Angelis mencoba menemukan pola-pola
penelitian yang dapat menggambarkan arah dan fokus disiplin
ini.
a. Jurnal Ilmiah sebagai Data Utama
Jurnal Applied Linguistics
(Oxford University Press) dan TESOL Quarterly
(Teachers of English to Speakers of Other Languages) dipilih karena keduanya
dianggap sebagai wadah paling representatif bagi penelitian linguistik terapan
pada dekade 1980-an. Angelis meneliti artikel-artikel dari beberapa volume awal
kedua jurnal tersebut dan mengklasifikasikan tema-temanya berdasarkan kategori
seperti:
·
Topik penelitian utama
(misalnya: pemerolehan bahasa kedua, analisis kesalahan, sosiolinguistik
pendidikan, pragmatik, atau penerjemahan).
·
Jenis data yang digunakan
(data lisan, tulisan, korpus, eksperimen, observasi kelas, survei, dll.).
·
Tujuan penelitian
(teoritis, deskriptif, evaluatif, atau terapan praktis).
·
Konteks geografis dan sosial
penelitian (negara, jenis institusi, populasi pembelajar,
dll.).
Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa
sebagian besar penelitian linguistik terapan pada masa itu masih berfokus pada pengajaran
bahasa kedua dan pembelajaran bahasa asing, tetapi dengan
pendekatan yang semakin beragam — tidak hanya berbasis linguistik struktural,
tetapi juga psikologi, sosiolinguistik, dan pragmatik (Angelis, 1987).
b. Analisis Bibliometrik dan Tema Kunci
Selain analisis isi, Angelis juga menggunakan
pendekatan bibliometrik,
yakni meneliti pola kutipan, penulis yang paling produktif, dan institusi asal
peneliti. Dari sini, ia menemukan bahwa sebagian besar penelitian linguistik
terapan masih didominasi oleh akademisi dari Amerika Serikat, Inggris, dan
Kanada. Namun, tren mulai bergeser seiring dengan meningkatnya partisipasi dari
Asia Timur dan Eropa non-Anglofon.
Data Angelis menunjukkan pula bahwa topik
penelitian yang paling sering muncul berkaitan dengan:
1.
Second Language Acquisition
(SLA),
2.
Language Testing and Assessment,
3.
Language Teaching Methodology,
4.
Discourse Analysis, dan
5.
Sociolinguistics in Education.
Dengan kata lain, penelitian linguistik
terapan pada masa itu sebagian besar diarahkan untuk memahami bagaimana bahasa
dipelajari, diajarkan, dan digunakan dalam konteks sosial-pendidikan.
Pendekatan empiris Angelis ini memperlihatkan bagaimana linguistik terapan
tumbuh dari fokus yang sempit (pengajaran bahasa) menuju bidang yang lebih luas
dan multidisipliner.
3.
Peran Jurnal Applied Linguistics
dan TESOL Quarterly
dalam Memahami Tren Linguistik Terapan
Dua jurnal ini, yakni Applied
Linguistics dan TESOL Quarterly,
berperan besar dalam mendefinisikan arah perkembangan empiris bidang linguistik
terapan sejak akhir 1970-an.
a. Jurnal Applied Linguistics
Didirikan pada tahun 1980 oleh Oxford
University Press, Applied Linguistics dengan cepat menjadi
wadah utama bagi penelitian teoretis dan empiris dalam bidang bahasa. Menurut
Strevens (1992), jurnal ini bukan hanya tempat publikasi, tetapi juga arena
konseptual yang “mendefinisikan ulang apa yang disebut applied linguistics.”
Topik-topik yang sering muncul dalam Applied
Linguistics mencerminkan perubahan paradigma bidang ini:
·
Pada 1980-an: fokus pada error analysis,
contrastive
linguistics, dan language testing.
·
1990-an: bergeser ke communicative
competence, discourse analysis, dan second
language acquisition.
·
2000-an: menyoroti identity,
language
ideology, multilingualism, dan critical applied
linguistics.
Kajian Angelis terhadap jurnal ini (1987)
menemukan bahwa penelitian empiris dalam Applied Linguistics
memperlihatkan keberagaman metode — mulai dari studi eksperimen, etnografi
kelas, hingga analisis wacana kritis. Tren ini menunjukkan pergeseran dari
pendekatan linguistik struktural ke pendekatan yang lebih kontekstual dan
sosial.
b. Jurnal TESOL Quarterly
Sementara itu, TESOL Quarterly
— yang terbit sejak tahun 1967 — memainkan peran penting dalam menjembatani
antara teori linguistik dan praktik pengajaran bahasa Inggris bagi penutur
asing. Jurnal ini lebih berorientasi pada penelitian kelas, kebijakan
pengajaran, serta inovasi dalam pembelajaran bahasa.
Angelis (1990) menunjukkan bahwa data dari TESOL
Quarterly memperlihatkan pergeseran fokus dari penelitian yang
bersifat pedagogis murni menuju pendekatan yang lebih teoretis dan reflektif.
Misalnya, pada 1970-an, banyak artikel tentang teknik mengajar; tetapi pada
1980-an dan 1990-an, topik beralih ke interlanguage, communicative
competence, dan learner strategies.
Penelitian yang dipublikasikan dalam TESOL
Quarterly juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap faktor
sosial dan budaya dalam pembelajaran bahasa, seperti peran
identitas, motivasi, dan interaksi lintas budaya (Canagarajah, 2002). Dengan
demikian, jurnal ini menjadi salah satu sumber data penting untuk memahami
transformasi metodologis dalam linguistik terapan.
Analisis
Umum: Tren dan Implikasi
Dari analisis empiris Angelis dan perkembangan
dua jurnal utama tersebut, dapat disimpulkan beberapa tren besar dalam
linguistik terapan:
1.
Perluasan Cakupan –
Linguistik terapan tidak lagi terbatas pada pengajaran bahasa, melainkan
mencakup wacana, teknologi, kebijakan, dan ideologi bahasa.
2.
Diversifikasi Metode
– Penelitian beralih dari pendekatan eksperimental menuju paradigma kualitatif,
etnografi, dan kritis.
3.
Globalisasi Bidang –
Meski awalnya didominasi akademisi Anglo-Saxon, kini linguistik terapan menjadi
lebih global, dengan kontribusi dari Asia, Amerika Latin, dan Afrika.
4.
Integrasi Teori dan Praktik
– Tidak ada lagi pemisahan kaku antara teori dan penerapan; justru keduanya
saling menginspirasi.
Secara epistemologis, pendekatan Angelis
memperkuat pandangan bahwa linguistik terapan adalah bidang empiris, multidisipliner,
dan reflektif — sebuah disiplin yang berkembang dari praktik
dan kembali memberi dampak pada praktik sosial bahasa.
Kesimpulan
Paul Angelis berkontribusi penting dalam
sejarah linguistik terapan melalui upayanya mendefinisikan bidang ini secara
empiris. Dengan menganalisis data publikasi dari Applied
Linguistics dan TESOL Quarterly, ia
memperlihatkan bagaimana definisi linguistik terapan seharusnya dibangun dari apa
yang dilakukan oleh para peneliti, bukan sekadar dari teori
abstrak.
Pendekatan ini memberi dasar metodologis
bagi penelitian-penelitian berikutnya, menunjukkan bahwa studi empiris adalah
inti dari linguistik terapan. Melalui publikasi jurnal-jurnal internasional,
kita dapat menelusuri bagaimana bidang ini berkembang dari masa ke masa,
bagaimana topik dan metode berubah, serta bagaimana pengaruh global membentuk
arah riset linguistik terapan di abad ke-21.
Dengan demikian, studi empiris tidak hanya
membantu memahami tren akademik, tetapi juga memperkuat identitas linguistik
terapan sebagai ilmu yang berakar pada data, kontekstual, dan berorientasi pada
solusi nyata dalam dunia bahasa.
Daftar
Pustaka
Angelis, P. (1987). Applied
Linguistics: Scope and definition through journal analysis. TESOL
Quarterly, 21(4), 713-725. https://doi.org/10.2307/3586992
Angelis, P. (1990). Empirical
trends in applied linguistics research. Applied
Linguistics, 11(2), 95-114.
Canagarajah, A. S. (2002). A
Geopolitics of Academic Writing. University of Pittsburgh Press.
Strevens, P. (1992). Applied
linguistics in perspective: A review of the past decade. Applied
Linguistics, 13(3), 259-268.
Open University. (n.d.). Language
and the Real World. Retrieved from https://www.open.edu/openlearn/languages/english-language/language-the-real-world/content-section-2
British Association for Applied Linguistics.
(2019). What
is Applied Linguistics? Retrieved from https://www.baal.org.uk