Minggu, 30 November 2025

Struktur Frasa: Membongkar Anatomi Unit Gramatikal dalam Bahasa

Oleh: Tim Pusat Referensi Linguistik

3.1. Struktur Frasa

Dalam hierarki gramatikal, frasa menempati posisi yang strategis—ia merupakan satuan yang lebih besar dari kata, namun lebih kecil dari klausa. Memahami frasa ibaratnya memahami blok penyusun utama sebuah bangunan kalimat. Sebuah kalimat yang kompleks tidak dibentuk dari kata-kata yang berdiri sendiri, melainkan dari frasa-frasa yang disusun secara teratur. Misalnya, dalam kalimat "Guru baru yang sangat bersemangat itu sedang menjelaskan materi pelajaran dengan metode yang inovatif di depan kelas," kita tidak memprosesnya kata demi kata, tetapi dalam kelompok-kelompok makna seperti "guru baru yang sangat bersemangat itu" (sebuah frasa nomina) atau "sedang menjelaskan materi pelajaran" (sebuah frasa verba).

Secara definitif, frasa dapat dipahami sebagai satuan gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi klausa (Subjek, Predikat, Objek, dll.) dan mengandung satu unsur inti (*head). Frasa bersifat non-predikatif, artinya ia tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat lengkap (Kridalaksana, 2008). Kajian mendalam tentang frasa terbagi menjadi dua aspek fundamental: struktur internal, yang memeriksa anatomi di dalam frasa itu sendiri, dan struktur eksternal, yang menganalisis peran frasa tersebut dalam kalimat yang lebih besar. Pemahaman terhadap kedua struktur ini merupakan kunci untuk menguasai analisis sintaksis.

Sintaksis Pengantar Linguistik dan Struktur Kalimat | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com) 

3.2. Struktur Internal Frasa: Hierarki dan Konstituen

Struktur internal frasa merujuk pada susunan hierarkis dan hubungan gramatikal antara unsur-unsur pembentuknya. Untuk menganalisisnya, para linguis menggunakan konsep struktur frasa dan uji konstituen. Sebuah konstituen adalah sebuah kelompok kata yang berperilaku sebagai satu unit dalam suatu struktur hierarkis (Carnie, 2021).

Unsur-Unsur Pembentuk Frasa

Setiap frasa memiliki sebuah inti (head), yaitu unsur yang menentukan kategori dan sifat gramatikal frasa tersebut. Unsur-unsur lain berfungsi sebagai modifier (penerang) yang membatasi, memerinci, atau mendeskripsikan inti tersebut.

1.      Inti (Head): Ini adalah elemen wajib dalam sebuah frasa. Frasa Nomina (FN) memiliki nomina sebagai inti, Frasa Verba (FV) memiliki verba, dan seterusnya. Misalnya, dalam frasa "rumah besar yang berwarna putih itu," kata rumah adalah intinya. Jika inti dihilangkan, frasa tersebut akan runtuh atau berubah maknanya secara drastis.

2.      Penerang (Modifier): Modifier bersifat opsional dan dapat dibagi lagi menjadi:

o    Penerang di Depan Inti (Pre-Modifier): Biasanya berupa adjektiva, numeralia, atau determiner. Contoh: [tiga buah] [meja] kayu. Kata tiga buah adalah pre-modifier untuk inti meja.

o    Penerang di Belakang Inti (Post-Modifier): Dapat berupa adjektiva, frasa preposisional, atau klausa relatif. Contoh: [buku] [yang sangat tebal]. Klausa yang sangat tebal adalah post-modifier untuk inti buku.

Jenis-Jenis Frasa Berdasarkan Intinya

1.      Frasa Nomina (FN): Berintikan kata benda. Dapat berfungsi sebagai Subjek, Objek, atau Pelengkap.

o    Contoh: [FN Kucing hitam] [FV sedang mengejar] [FN seekor tikus kecil].

o    Analisis: Kucing (inti) + hitam (modifier).

2.      Frasa Verba (FV): Berintikan kata kerja. Selalu berfungsi sebagai Predikat.

o    Contoh: [FN Mereka] [FV telah menyelesaikan proyek itu dengan sukses].

o    Analisis: menyelesaikan (inti) + telah (modifier aspek) + dengan sukses (modifier cara).

3.      Frasa Adjektiva (FA): Berintikan kata sifat. Sering berfungsi sebagai Predikat atau Modifier.

o    Contoh: [FN Gadis itu] [FA cantik sekali].

o    Analisis: cantik (inti) + sekali (modifier tingkat).

4.      Frasa Preposisional (FP): Berintikan preposisi, diikuti oleh sebuah Komplemen (biasanya FN).

o    Contoh: [FN Buku itu] berada [FP di atas meja kayu].

o    Analisis: di (inti/preposisi) + atas meja kayu (komplemen).

Teori X-Bar dan Penyajian Struktur Internal

Untuk merepresentasikan struktur internal frasa secara visual dan formal, teori sintaksis modern menggunakan Teori X-Bar (dibaca "X-Bar"), yang merupakan bagian dari Tata Bahasa Generatif (Chomsky, 1970; Radford, 2009). Teori ini menyatakan bahwa struktur semua frasa bersifat universal, mengikuti pola hierarkis yang sama.

Dalam Teori X-Bar:

·         X melambangkan inti frasa (N untuk Nomina, V untuk Verba, dll.).

·         X' (X-Bar) adalah tingkat intermediate antara inti dan frasa penuh.

·         XP (X Phrase) adalah proyeksi maksimal, yaitu frasa utuh.

Ilustrasi struktur untuk Frasa Nomina "tiga buah meja kayu yang kokoh":

          FNP (Frasa Nomina Penuh)

         /   \

    Specifier   N'

 (Penentu)     / \

          N'      Modifier

         / \      (klausa relatif)

   Modifier  N'

   (Numeralia) / \

            N   Modifier

            (Inti) (Adjektiva)

Penjelasan:

·         N (Inti): meja

·         Modifier pertama (adjektiva): kokoh → membentuk N'

·         Modifier kedua (numeralia): tiga buah → membentuk N' yang lebih tinggi

·         Specifier: (dalam bahasa Indonesia, posisi ini sering kosong atau diisi oleh determiner seperti sisang)

·         Modifier akhir (klausa relatif): yang kokoh → melengkapi FNP

Teori X-Bar membantu menjelaskan mengapa urutan kata dalam frasa bersifat tetap dan bagaimana hubungan gramatikal antara inti dan modifiernya bekerja.

3.3. Struktur Eksternal Frasa: Peran dan Fungsi dalam Kalimat

Struktur eksternal frasa merujuk pada fungsi gramatikal yang dilakukan oleh sebuah frasa utuh (XP) dalam klausa atau kalimat yang lebih besar. Di sini, kita tidak lagi mempersoalkan apa yang ada di dalam frasa, tetapi bagaimana frasa tersebut berinteraksi dengan unsur lain di luarnya (Tallerman, 2014).

Fungsi Gramatikal Frasa

Sebuah frasa, terlepas dari kompleksitas internalnya, dapat menduduki berbagai posisi fungsional:

1.      Subjek (S): Biasanya diisi oleh Frasa Nomina (FN).

o    Contoh: [FN Pembangunan gedung bertingkat itu] memakan biaya yang besar.

2.      Predikat (P): Hampir selalu diisi oleh Frasa Verba (FV) atau Frasa Adjektiva (FA).

o    Contoh (FV): [FN Dia] [FV sedang membaca koran pagi ini].

o    Contoh (FA): [FN Udara] [FA sangat sejuk di sini].

3.      Objek (O): Diisi oleh Frasa Nomina (FN).

o    Contoh: Pemerintah akan membangun [FN sebuah rumah sakit baru].

4.      Keterangan (Ket): Sering diisi oleh Frasa Preposisional (FP) atau Frasa Adverbial.

o    Contoh: [FN Pertemuan] akan diadakan [FP pada hari Jumat].

5.      Pelengkap (Pel): Diisi oleh Frasa Nomina atau Frasa Adjektiva yang melengkapi makna verba tertentu.

o    Contoh: Dia menganggap [FN saya] [FA sebagai sahabat].

Interaksi antara Struktur Internal dan Eksternal

Hubungan antara struktur internal dan eksternal bersifat sistematis. Kategori internal frasa (apakah ia FN, FV, FA, atau FP) sangat mempengaruhi fungsi eksternal apa yang dapat diisinya.

·         Sebuah Frasa Verba (FV) dengan struktur internal yang kompleks sekalipun (misalnya, "sedang dengan giat mengerjakan tugas yang sulit") tetaplah hanya dapat berfungsi sebagai Predikat.

·         Sebuah Frasa Nomina (FN) seperti "buku lama tentang sejarah yang ditemukan di loteng" dapat berfungsi sebagai Subjek, Objek, atau Pelengkap, tetapi tidak akan pernah menjadi Predikat.

Pemahaman ini memungkinkan kita untuk melakukan analisis kalimat secara metodis. Perhatikan kalimat berikut:

"[FN Semua mahasiswa linguistik tahun pertama] [FV telah menyelesaikan] [FN tugas analisis frasa yang rumit] [FP dengan sangat baik] [FP pada minggu lalu]."

Analisis fungsi eksternal:

·         Subjek: Semua mahasiswa linguistik tahun pertama (FN)

·         Predikat: telah menyelesaikan (FV)

·         Objek: tugas analisis frasa yang rumit (FN)

·         Keterangan Cara: dengan sangat baik (FP)

·         Keterangan Waktu: pada minggu lalu (FP)

Dengan memisahkan analisis internal (apa yang ada di dalam setiap frasa) dan eksternal (bagaimana frasa-frasa itu berkaitan), kita mendapatkan peta yang komprehensif dan mendalam tentang arsitektur kalimat tersebut.

Kesimpulan

Kajian tentang struktur frasa, baik internal maupun eksternal, merupakan fondasi yang indispensable dalam sintaksis. Struktur internal dengan hierarki X-Bar-nya mengungkapkan keteraturan dan prinsip universal dalam pembentukan unit gramatikal. Sementara itu, struktur eksternal menunjukkan fleksibilitas dan fungsi frasa sebagai aktor dalam panggung kalimat. Keduanya bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Dengan menguasai konsep-konsep ini, kita tidak hanya mampu membedah kalimat dengan presisi, tetapi juga lebih menghargai kerumitan dan keindahan sistem yang mendasari bahasa kita sehari-hari.

 

Daftar Pustaka

Carnie, A. (2021). Syntax: A generative introduction (4th ed.). Wiley-Blackwell.

Chomsky, N. (1970). Remarks on nominalization. In R. Jacobs & P. Rosenbaum (Eds.), Readings in English transformational grammar (pp. 184–221). Ginn.

Kridalaksana, H. (2008). Kelas kata dalam bahasa Indonesia (Edisi Kedua). Gramedia Pustaka Utama.

Radford, A. (2009). Analysing English sentences: A minimalist approach. Cambridge University Press.

Tallerman, M. (2014). Understanding syntax (4th ed.). Routledge.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA Buku Morfologi Bahasa Indonesia ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif dan apl...