REDUPLIKASI DALAM BAHASA
INDONESIA
(Sub-CPMK 6: Memahami Proses Reduplikasi pada Kata Bahasa Indonesia)
Pendahuluan
Bahasa Indonesia memiliki kekhasan dalam sistem morfologinya, salah satunya
adalah reduplikasi. Reduplikasi
merupakan proses pengulangan bentuk kata yang berfungsi untuk membentuk makna
gramatikal tertentu. Proses ini sangat produktif dan sering digunakan dalam
komunikasi sehari-hari, baik dalam ragam lisan maupun tulisan.
Dalam kajian morfologi, reduplikasi menempati posisi penting karena
menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia memanfaatkan pengulangan sebagai
strategi pembentukan kata. Tidak hanya membentuk makna jamak, reduplikasi juga
dapat menyatakan makna intensitas, variasi, frekuensi, hingga nuansa pragmatis
tertentu. Oleh karena itu, pemahaman reduplikasi sangat penting bagi mahasiswa,
guru, dan pemerhati bahasa Indonesia.
| Dasar Psikolinguistik - Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd. | CV. Cemerlang Publishing |
1. Pengertian Reduplikasi
Reduplikasi adalah proses morfologis yang
dilakukan dengan cara mengulang bentuk dasar suatu kata, baik secara
keseluruhan maupun sebagian, dengan atau tanpa perubahan bunyi. Chaer (2007)
mendefinisikan reduplikasi sebagai proses pengulangan satuan gramatikal yang
menghasilkan makna gramatikal tertentu.
Sementara itu, Arifin dan Junaiyah (2009) menyatakan bahwa reduplikasi
merupakan salah satu proses pembentukan kata yang bersifat khas dalam bahasa
Indonesia dan bahasa-bahasa Austronesia. Proses ini tidak sekadar pengulangan
bentuk, melainkan memiliki fungsi sistematis dalam struktur bahasa.
Sebagai contoh, kata buku dapat direduplikasi menjadi buku-buku
untuk menyatakan makna jamak. Namun, tidak semua reduplikasi bermakna jamak.
Pada kata lari-lari, reduplikasi justru menyatakan makna aktivitas
santai atau tidak serius. Hal ini menunjukkan bahwa reduplikasi memiliki fungsi
semantik yang beragam.
2. Jenis-Jenis Reduplikasi
Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa
jenis berdasarkan bentuk dan proses pengulangannya.
a. Reduplikasi Penuh
Reduplikasi penuh adalah pengulangan seluruh
bentuk dasar tanpa perubahan bunyi. Jenis reduplikasi ini merupakan yang paling
umum dan mudah dikenali.
Contoh:
·
buku-buku
·
rumah-rumah
·
anak-anak
Reduplikasi penuh umumnya menyatakan makna jamak atau kolektif. Namun, dalam
konteks tertentu, reduplikasi penuh juga dapat menyatakan makna lain, seperti
intensitas atau keakraban.
b. Reduplikasi Sebagian
Reduplikasi sebagian adalah pengulangan sebagian
bentuk dasar, biasanya pada suku kata pertama. Bentuk ini sering ditemukan pada
kosakata lama dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
·
lelaki (dari laki)
·
tetamu (dari tamu)
·
pepohonan (dari pohon)
Reduplikasi sebagian sering kali tidak lagi dirasakan sebagai bentuk ulang
oleh penutur modern, karena telah membeku secara leksikal. Meskipun demikian,
secara historis bentuk-bentuk tersebut berasal dari proses reduplikasi.
c. Reduplikasi Berimbuhan
Reduplikasi berimbuhan adalah reduplikasi yang
disertai dengan afiks, baik prefiks, sufiks, maupun konfiks. Afiks dapat
melekat pada bentuk dasar, bentuk ulang, atau keduanya.
Contoh:
·
berlari-lari
·
kejar-kejaran
·
sayur-mayur-an
Jenis reduplikasi ini sering menyatakan makna aktivitas berulang, saling
melakukan, atau keadaan tertentu. Reduplikasi berimbuhan menunjukkan bahwa
proses reduplikasi dapat berinteraksi dengan proses afiksasi dalam pembentukan
kata.
d. Reduplikasi Perubahan Bunyi
Reduplikasi perubahan bunyi adalah pengulangan
bentuk dasar dengan disertai perubahan bunyi pada salah satu unsur. Perubahan
bunyi ini bersifat sistematis dan menghasilkan kesan estetis atau ekspresif.
Contoh:
·
bolak-balik
·
sayur-mayur
·
lauk-pauk
Pada jenis ini, makna yang dihasilkan tidak selalu dapat ditafsirkan secara
langsung dari bentuk dasarnya. Reduplikasi perubahan bunyi sering membentuk
kata majemuk yang bersifat idiomatis.
3. Makna Reduplikasi
Reduplikasi dalam bahasa Indonesia memiliki makna gramatikal yang beragam.
Beberapa makna utama reduplikasi antara lain:
1. Makna jamak
Contoh: buku-buku, mahasiswa-mahasiswa
2. Makna kolektif atau keseluruhan
Contoh: pepohonan
3. Makna intensitas atau penguatan
Contoh: besar-besar, cepat-cepat
4. Makna aktivitas santai atau tidak serius
Contoh: jalan-jalan, lari-lari
5. Makna frekuensi atau pengulangan tindakan
Contoh: pukul-pukul, ketuk-ketuk
Makna reduplikasi sangat bergantung pada konteks penggunaan dalam kalimat.
Oleh karena itu, analisis reduplikasi harus selalu mempertimbangkan aspek
semantik dan pragmatik.
4. Reduplikasi dalam Ragam Bahasa
Reduplikasi digunakan dalam berbagai ragam bahasa Indonesia, mulai dari
ragam baku hingga ragam tidak baku. Dalam ragam formal dan akademik,
reduplikasi sering digunakan untuk menyatakan konsep jamak atau kolektif secara
tepat, misalnya data-data penelitian atau nilai-nilai pendidikan.
Dalam ragam lisan dan informal, reduplikasi sering digunakan untuk
menciptakan kesan akrab, santai, atau ekspresif. Contoh penggunaan ini dapat
ditemukan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, dan karya sastra populer.
Dalam bahasa jurnalistik, reduplikasi digunakan secara selektif untuk
menjaga kejelasan makna dan keefektifan bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa
reduplikasi memiliki fleksibilitas tinggi dalam berbagai konteks komunikasi.
5. Ringkasan
Reduplikasi merupakan proses morfologis yang dilakukan dengan cara mengulang
bentuk dasar kata. Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi dibedakan menjadi
reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berimbuhan, dan
reduplikasi perubahan bunyi. Reduplikasi memiliki makna gramatikal yang
beragam, seperti jamak, intensitas, frekuensi, dan nuansa pragmatis tertentu.
Penggunaan reduplikasi sangat luas dan mencerminkan kekayaan serta dinamika
bahasa Indonesia.
6. Latihan
1. Jelaskan pengertian reduplikasi menurut para ahli linguistik!
2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis reduplikasi dalam bahasa
Indonesia!
3. Tentukan jenis dan makna reduplikasi pada kata-kata berikut:
a. anak-anak
b. bermain-main
c. bolak-balik
4. Ambillah satu paragraf dari teks berita atau cerita pendek.
Identifikasilah minimal lima contoh reduplikasi dan jelaskan jenis serta maknanya!
Daftar Pustaka
Arifin, E. Z., & Junaiyah, H. M. (2009). Morfologi: Bentuk, makna,
dan fungsi. Jakarta: Grasindo.
Chaer, A. (2007). Morfologi bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka
Cipta.
Chaer, A. (2007). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Putrayasa, I. B. (2003). Kajian morfologi. Jakarta: Eresco.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar