AFIKSASI DALAM BAHASA
INDONESIA
(Sub-CPMK 5: Memahami Proses Afiksasi pada Kata Bahasa Indonesia)
Pendahuluan
Dalam kajian morfologi bahasa Indonesia, afiksasi
merupakan proses morfologis yang paling produktif dan paling sering digunakan
dalam pembentukan kata. Melalui afiksasi, sebuah kata dasar dapat melahirkan
berbagai bentuk turunan dengan makna dan fungsi gramatikal yang berbeda. Proses
ini menjadikan bahasa Indonesia kaya akan variasi kosakata serta fleksibel
dalam memenuhi kebutuhan komunikasi.
Pemahaman afiksasi sangat penting bagi mahasiswa, guru, dan pemerhati bahasa
karena berkaitan langsung dengan pembentukan makna, perubahan kelas kata, serta
ketepatan penggunaan bahasa dalam konteks akademik maupun nonakademik. Bab ini
membahas secara komprehensif pengertian afiksasi, jenis-jenis afiks dalam
bahasa Indonesia, fungsi dan makna afiks, serta peran afiksasi dalam perubahan
kelas kata.
| Dasar Psikolinguistik - Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd. | CV. Cemerlang Publishing |
1. Pengertian Afiksasi
Afiksasi adalah proses morfologis yang terjadi
melalui penambahan afiks pada kata dasar
atau bentuk dasar. Afiks merupakan morfem terikat yang tidak dapat berdiri
sendiri dan harus dilekatkan pada morfem lain untuk membentuk kata yang
bermakna.
Chaer (2007) mendefinisikan afiksasi sebagai proses pembubuhan afiks pada
bentuk dasar sehingga menghasilkan bentuk kata baru dengan makna gramatikal
tertentu. Sementara itu, Arifin dan Junaiyah (2009) menegaskan bahwa afiksasi
tidak hanya berfungsi membentuk kata baru, tetapi juga berperan dalam
menentukan kelas kata dan hubungan sintaktis dalam kalimat.
Dengan demikian, afiksasi merupakan proses yang melibatkan aspek bentuk,
makna, dan fungsi secara simultan. Afiksasi juga menjadi ciri khas morfologi
bahasa Indonesia yang bersifat aglutinatif, yakni membentuk kata dengan cara
menambahkan unsur-unsur terikat secara berurutan.
2. Prefiks Bahasa Indonesia
Prefiks atau awalan adalah afiks yang dilekatkan
di awal kata dasar. Prefiks dalam bahasa Indonesia memiliki jumlah yang cukup
banyak dan fungsi gramatikal yang beragam.
Beberapa prefiks utama dalam bahasa Indonesia antara lain:
1. me-
Prefiks me- membentuk verba aktif transitif atau intransitif.
Contoh: membaca, menulis, mengajar.
2. ber-
Prefiks ber- menyatakan keadaan, kepemilikan, atau aktivitas.
Contoh: berjalan, berbaju, berpikir.
3. di-
Prefiks di- membentuk verba pasif.
Contoh: dibaca, ditulis, dipelajari.
4. ter-
Prefiks ter- dapat menyatakan keadaan, kemampuan, atau
ketidaksengajaan.
Contoh: terbuka, terlihat, terjatuh.
5. ke- dan se-
Prefiks ini sering digunakan untuk membentuk numeralia atau menyatakan keadaan
tertentu.
Contoh: kedua, sebuah, sebesar.
Prefiks memiliki peran penting dalam pembentukan struktur kalimat karena
menentukan hubungan subjek dan predikat.
3. Sufiks Bahasa Indonesia
Sufiks atau akhiran adalah afiks yang dilekatkan
di akhir kata dasar. Sufiks bahasa Indonesia umumnya berfungsi membentuk verba,
nomina, atau memberikan nuansa makna tertentu.
Beberapa sufiks yang produktif dalam bahasa Indonesia meliputi:
1. -kan
Sufiks -kan berfungsi membentuk verba kausatif atau benefaktif.
Contoh: membacakan, menuliskan.
2. -i
Sufiks -i sering membentuk verba dengan makna lokatif atau repetitif.
Contoh: mengisi, menghiasi.
3. -an
Sufiks -an membentuk nomina hasil atau tempat.
Contoh: tulisan, makanan.
4. -nya
Sufiks -nya berfungsi sebagai penanda kepemilikan atau penegasan.
Contoh: bukunya, hasilnya.
Sufiks memperkaya fungsi gramatikal kata dan sering digunakan dalam ragam
bahasa formal maupun informal.
4. Infiks Bahasa
Indonesia
Infiks atau sisipan adalah afiks yang disisipkan
di tengah kata dasar. Dalam bahasa Indonesia, infiks tergolong tidak produktif,
tetapi masih penting secara teoretis.
Infiks yang dikenal dalam bahasa Indonesia antara lain:
·
-el-
(contoh: telunjuk)
·
-em-
(contoh: gemetar)
·
-er-
(contoh: gerigi)
Menurut Putrayasa (2003), infiks umumnya ditemukan pada kosakata lama dan
jarang digunakan untuk membentuk kata baru dalam bahasa Indonesia modern.
Namun, keberadaan infiks menunjukkan kekayaan sistem morfologi bahasa
Indonesia.
5. Konfiks Bahasa Indonesia
Konfiks adalah afiks gabungan yang terdiri atas
prefiks dan sufiks yang melekat secara bersamaan pada kata dasar. Konfiks harus
dipandang sebagai satu kesatuan makna.
Contoh konfiks dalam bahasa Indonesia antara lain:
·
ke-
-an → keindahan, kebersihan
·
per-
-an → pertemuan, perjuangan
·
pe-
-an → pelayanan, pendidikan
Konfiks berfungsi membentuk nomina abstrak dan sering digunakan dalam bahasa
akademik dan administrasi.
6. Fungsi dan Makna Afiks
Afiks dalam bahasa Indonesia memiliki fungsi dan makna gramatikal yang
beragam. Fungsi utama afiks meliputi:
1. Membentuk kata baru
2. Menentukan kelas kata
3. Menyatakan hubungan sintaktis
4. Memberikan makna gramatikal tertentu
Makna afiks dapat berupa makna aktif, pasif, kausatif, refleksif, kolektif,
atau abstrak. Makna ini tidak berdiri sendiri, tetapi selalu bergantung pada
konteks kata dasar dan struktur kalimat.
7. Afiksasi dan Perubahan Kelas Kata
Salah satu dampak penting afiksasi adalah perubahan kelas kata.
Afiksasi dapat mengubah verba menjadi nomina, adjektiva menjadi nomina, atau
bentuk lainnya.
Contoh:
·
ajar (verba) → pengajar
(nomina)
·
bersih (adjektiva)
→ kebersihan (nomina)
·
tulis (verba) → tulisan
(nomina)
Perubahan kelas kata ini menunjukkan bahwa afiksasi berperan besar dalam
pembentukan struktur gramatikal bahasa Indonesia.
8. Ringkasan Bab
Afiksasi merupakan proses morfologis utama dalam bahasa Indonesia yang
dilakukan melalui penambahan afiks pada kata dasar. Afiks terdiri atas prefiks,
sufiks, infiks, dan konfiks, masing-masing dengan fungsi dan makna yang
berbeda. Afiksasi tidak hanya membentuk kata baru, tetapi juga menentukan kelas
kata dan fungsi gramatikal. Oleh karena itu, pemahaman afiksasi sangat penting
dalam kajian morfologi dan pembelajaran bahasa Indonesia.
9. Latihan Pilihan Ganda
dan Esai
A. Pilihan Ganda
1. Afiks yang dilekatkan di awal kata dasar disebut …
a. Sufiks
b. Infiks
c. Prefiks
d. Konfiks
2. Kata pengajaran terbentuk melalui proses …
a. Reduplikasi
b. Afiksasi
c. Komposisi
d. Abreviasi
B. Esai
1. Jelaskan pengertian afiksasi menurut para ahli linguistik!
2. Uraikan perbedaan prefiks dan sufiks disertai contoh!
3. Jelaskan peran afiksasi dalam perubahan kelas kata bahasa
Indonesia!
Daftar Pustaka
Arifin, E. Z., & Junaiyah, H. M. (2009). Morfologi: Bentuk, makna,
dan fungsi. Jakarta: Grasindo.
Chaer, A. (2007). Morfologi bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka
Cipta.
Chaer, A. (2007). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Putrayasa, I. B. (2003). Kajian morfologi. Jakarta: Eresco.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar