11.1. Analisis Sintaksis dalam Bahasa Indonesia
Pengertian dan Ruang Lingkup
Sintaksis adalah cabang linguistik yang mempelajari bagaimana unsur-unsur
bahasa (kata, frasa, klausa) disusun menjadi satuan yang lebih besar seperti
kalimat, serta bagaimana hubungan antarunsur tersebut membentuk struktur
gramatikal (Givón, 2001; di dalam Nainggolan, 2025). Dalam konteks bahasa
Indonesia, analisis sintaksis mencakup identifikasi elemen-kalimat seperti
subjek, predikat, objek, keterangan (SPOK), frasa dan klausa, serta hubungan
antara klausa (koordinatif, subordinatif) yang membentuk kalimat kompleks
(Harahap, et al., 2025).
Pola Kalimat dan Unsur SPOK
Salah satu ciri khas bahasa Indonesia baku adalah pola dasar Subjek–Predikat–Objek–Keterangan
(SPOK). Penelitian terhadap esai mahasiswa menunjukkan bahwa
penguasaan pola ini menjadi indikator kecakapan berbahasa Indonesia secara
tertulis. Misalnya, studi oleh Pratami et al. (2025) menemukan bahwa esai
mahasiswa sering mengabaikan unsur predikat atau keterangan sehingga struktur
kalimat menjadi tidak optimal (Pratami et al., 2025). Journal
Universitas Nurul Huda
Pola SPOK ini memberikan kerangka bagi pembaca atau pendengar untuk
mengidentifikasi siapa melakukan apa, kepada siapa, dan dalam kondisi apa.
Sebagai contoh:
“Ali membaca buku di perpustakaan kemarin.”
Subjek = Ali; Predikat = membaca; Objek = buku; Keterangan = di perpustakaan
kemarin.
Pola ini memudahkan analisis karena unsur-unsurnya relatif jelas dan berurut
secara linear.
| Sintaksis Pengantar Linguistik dan Struktur Kalimat | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com) |
Frasa, Klausa, dan Hubungan Antar-Klausa
Dalam analisis sintaksis, kita juga meninjau frasa (kelompok kata yang
berfungsi sebagai satu unit, misalnya frasa nama, frasa kerja) dan klausa (unit
yang memiliki predikat).
Penelitian mengenai kalimat kompleks dalam bahasa Indonesia menunjukkan bahwa
hubungan antar-klausa sering berupa subordinasi daripada koordinasi atau
korelasi—terutama dalam teks akademik dan formal. Harahap et al. (2025)
menemukan bahwa konjungsi seperti karena,
sehingga, meskipun, walaupun banyak
digunakan untuk menghubungkan klausa utama dan klausa subordinatif. JPTAM
Contoh:
“Meskipun hujan lebat, mereka tetap melaksanakan upacara.”
Klausa subordinatif: “Meskipun hujan lebat”
Klausa utama: “mereka tetap melaksanakan upacara”
Analisis ini penting karena konstruksi subordinatif menunjukkan bagaimana
ide-utama dan ide -tambahan saling berhubungan dalam satu kalimat.
Ciri dan Permasalahan Sintaksis dalam Bahasa Indonesia
Beberapa penelitian telah mengidentifikasi masalah umum pada tataran sintaksis
bahasa Indonesia, misalnya dalam teks media massa atau tulisan akademik.
Sebagai contoh, Susanto et al. (2024) menemukan kesalahan seperti interferensi,
kalimat tidak padu, penambahan preposisi yang tidak diperlukan, atau struktur
kalimat yang mubazir (redundan). Anufa Ikaprobsi
Analisis lain menyoroti bahwa dalam konteks digital (media sosial), pengguna
bahasa Indonesia sering menggunakan kalimat eliptis, fragmentaris, atau tidak
mengikuti pola SPOK yang baku — namun hal ini dapat dipahami sebagai adaptasi
gaya komunikasi digital yang lebih ringkas dan ekspresif (Alwisa et al., 2025).
J-Educa
Dalam kajian yang lebih terfokus, Astuti (2017) meneliti fungsi sintaksis kata
tanya seperti apa
dan mana dalam
kalimat tanya maupun deklaratif — menunjukkan bahwa bahan sedikit tampak
sederhana namun memiliki peran sintaksis yang penting dalam kalimat Indonesia. UNDIP E-Journal
System
Metode Analisis Sintaksis
Analisis sintaksis dalam bahasa Indonesia umumnya menggunakan pendekatan
deskriptif-kualitatif: mengumpulkan data (tulisan atau lisan), mengidentifikasi
struktur kalimat, mengklasifikasi hubungan antar-unsur, dan mengevaluasi
kesesuaian dengan kaidah baku (Harahap et al., 2025; Bebas, 2024) (Harahap et
al., 2025) & (Susanto et al., 2024).
Sumber data bisa berupa teks tertulis (artikel, esai, media) maupun lisan
(wawancara, rekaman percakapan). Analisis kemudian dapat mengeksplorasi pola
pola sintaktis, frekuensi tipe klausa, kesalahan sintaksis, dan faktor-faktor
yang memengaruhi.
Signifikansi dan Aplikasi
Menguasai analisis sintaksis bermanfaat dalam beberapa bidang, antara lain:
·
Pembelajaran bahasa Indonesia: guru dan pelajar
dapat memahami struktur kalimat demi komunikasi yang efektif.
·
Penulisan akademik atau profesional: struktur
kalimat yang baik meningkatkan kejelasan dan kredibilitas tulisan.
·
Pengembangan teknologi bahasa (NLP): struktur
sintaksis menjadi dasar analisis bahasa otomatis dan pemrosesan bahasa alami.
·
Penerjemahan dan analisis linguistik kontrastif:
mengetahui struktur kalimat Indonesia membantu dibandingkan dengan bahasa lain.
Dengan demikian, analisis sintaksis bukan sekadar teori, tetapi sangat
relevan dalam praktik bahasa.
11.2. Perbandingan Sintaksis Bahasa Indonesia dengan
Bahasa Lain
Pendekatan Sintaksis Kontrasting
Analisis kontrastif (contrastive analysis) antara bahasa Indonesia dan
bahasa lain (misalnya bahasa Inggris, Jepang, Cina) memungkinkan kita melihat
persamaan dan perbedaan struktur kalimat serta implikasinya terhadap
pembelajaran bahasa maupun penerjemahan. Sebagai contoh, Adiantika (2024)
membandingkan kalimat deklaratif antara bahasa Indonesia dan Inggris,
menunjukkan bahwa meskipun pola dasar mungkin sama (misalnya transitive,
intransitive), terdapat perbedaan dalam pengenalannya, penanda transitivitas,
maupun relasi gramatikal. Journal Unsika
Contoh Perbandingan antara Bahasa Indonesia dan Inggris
Dalam penelitian Nugraha (2024) mengenai verba denominal (kata kerja yang
dibentuk dari nomina) antara bahasa Indonesia dan Inggris ditemukan:
·
Kemiripan: kedua bahasa memiliki fitur transitif
dan intransitif. Journal UIN
Malang
·
Perbedaan: bahasa Indonesia mempunyai fitur
bitransitif yang lebih produktif; berbeda juga dalam hal penanda transitivitas
dan relasi gramatikal terhadap verba denominal (Nugraha, 2024).
Contoh sederhana:
Bahasa Indonesia: “Dia menjahitkan meja itu untuk saya.” (bitransitif:
menjahit-kan)
Bahasa Inggris: “He had the table sewn for me.” (lebih kompleks dengan struktur
had … for)
Perbedaan ini menunjukkan bahwa konstruksi dan tata penanda sintaksis tiap
bahasa tidak selalu sepadan.
Perbandingan dengan Bahasa Jepang dan Cina
Dalam studi yang membandingkan bahasa Jepang dan Indonesia, ditemukan bahwa
konstruksi kalimat potensi (ability/potential) memiliki kesamaan dan perbedaan.
Misalnya, bahasa Jepang menggunakan “N-ga dekiru”, sementara bahasa Indonesia
memakai “bisa + V” dalam konstruksi yang setara. Namun, aturan pembentukan
terhadap verba intransitif dalam bahasa Jepang lebih kompleks dibanding bahasa
Indonesia (Forum for Linguistic Studies, 2025). Bilbup Group
Dalam penelitian mengenai kalimat nominal antara bahasa Cina dan Indonesia — sebuah
studi oleh Trihardini (2024) — ditemukan bahwa meskipun definisi kalimat
nominal serupa, unsur-unsur pembentuk predikat berbeda antara kedua bahasa,
sehingga pemahaman strukturalnya memerlukan kesadaran terhadap perbedaan
(Trihardini, 2024). BINUS Journal
Perbandingan dalam Bahasa-Austronesia dan Fokus Transitivitas
Kajian Arka (2024) mengangkat struktur core-oblique dan sistem transitivitas
dalam bahasa Austronesia termasuk Indonesia dan Bali. Dalam hal ini, bahasa
Indonesia menunjukkan pola yang “gradien” antara inti (core) dan oblique
arguments, yang agak berbeda dari klasifikasi kategori yang sangat diskret
dalam beberapa teori universal. ojs.linguistik-indonesia.org
Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan sintaksis tidak hanya melibatkan
struktur kalimat dasar, tetapi juga relasi argumen, realisasi verba, dan sistem
suara (voice system) dalam bahasa tersebut.
Implikasi Pembelajaran dan Penerjemahan
Perbandingan sintaksis memiliki implikasi nyata dalam beberapa bidang:
·
Dalam pembelajaran bahasa asing: memahami
perbedaan struktural antara bahasa asal (misalnya Indonesia) dan bahasa target
(misalnya Inggris/Jepang) membantu pengajar dan pelajar mengantisipasi
kesalahan struktural (Adiantika, 2024).
·
Dalam penerjemahan: penerjemah harus peka
terhadap perbedaan konstruk sintaksis agar hasil terjemahan tidak terasa kaku
atau kurang natural.
·
Dalam pengembangan kurikulum bahasa Indonesia
atau bahasa asing di Indonesia: materi bisa disesuaikan dengan perbedaan
sintaksis yang sering menimbulkan kesalahan. Misalnya, kesalahan pada tataran
sintaksis dalam teks-ilmiah atau media massa Indonesia menunjukkan bahwa
pemahaman struktur kalimat masih perlu diperkuat. JPTAM+1
Tabel Ringkas: Beberapa Perbedaan Sintaksis Antar Bahasa
|
Aspek |
Bahasa
Indonesia |
Bahasa
Lain (Inggris/Jepang/Cina) |
|
Pola kalimat
dasar |
S-P-O-K umum |
S-V-O
(Inggris) / SOV (Jepang) atau pola berbeda (Cina) |
|
Sistem
transitivitas |
Transitif, intransitif, bitransitif lebih produktif
(Nugraha, 2024) Journal UIN
Malang |
Inggris: bitransitif ada tapi berbeda penanda; Jepang:
struktur potensi lebih kompleks |
|
Hubungan
antar-klausa |
Banyak
subordinatif dalam teks formal (Harahap et al., 2025) JPTAM |
Struktur
klausa bisa berbeda tergantung tipologi bahasa |
|
Realisasi
argumen inti & oblique |
Gradien core-oblique (Arka, 2024) ojs.linguistik-indonesia.org |
Beberapa bahasa memiliki kategorisasi yang lebih rigid |
Tantangan dan Peluang
Meski analisis kontrastif telah menghasilkan berbagai temuan, ada tantangan
yang perlu diperhatikan:
·
Data yang representatif: banyak penelitian
menggunakan data terbatas (misalnya esai mahasiswa, teks berita) sehingga
generalisasi perlu hati-hati.
·
Variasi dialektal dan gaya: bahasa Indonesia
memiliki ragam dialek dan register (misalnya media sosial) yang memiliki pola
sintaksis berbeda.
·
Interferensi dari bahasa sumber: khususnya dalam
pembelajaran bahasa asing, struktur bahasa asal dapat memengaruhi pemahaman
struktur target (Adiantika, 2024).
·
Perkembangan teknologi bahasa: dengan munculnya
NLP untuk bahasa Indonesia, struktur sintaksis menjadi semakin penting dalam
pemrosesan bahasa otomatis (Amien, 2023) arXiv
Namun demikian, peluang penelitian ke depan cukup besar, terutama dalam
memperluas studi ke bahasa-bahasa lokal, variasi informal, dan aplikasi lintas
bahasa dalam konteks global.
Penutup
Analisis sintaksis dalam bahasa Indonesia adalah bidang yang kaya dan
relevan, baik untuk keperluan pembelajaran bahasa, penulisan, penerjemahan,
maupun pengembangan teknologi bahasa. Pada bagian pertama (11.1), kita telah
membahas bagaimana struktur kalimat bahasa Indonesia dibentuk, bagaimana
polanya (seperti SPOK), dan beberapa isu dalam praktik penggunaannya. Di bagian
kedua (11.2), kita melihat bagaimana bahasa Indonesia dibandingkan dengan
bahasa lain — melalui analisis kontrastif yang mengungkap persamaan dan
perbedaan dalam struktur sintaksis.
Bagi pembaca “Pusat Referensi Linguistik”, artikel ini diharapkan dapat
menjadi fondasi yang kuat untuk memahami struktur kalimat dan relasi gramatikal
dalam bahasa Indonesia serta memperluas wawasan lintas-bahasa. Dengan pemahaman
tersebut, pengguna bahasa (pelajar, guru, peneliti) akan lebih mampu menyusun
kalimat yang efektif, menganalisis struktur bahasa lain, dan menerapkan
pengetahuan ini dalam konteks akademik maupun profesional.
Referensi
Adiantika, H. N. (2024). Contrastive
Analysis between Indonesian and English Declarative Sentences. ELT
in Focus, v3i1. https://doi.org/10.35706/eltinfc.v3i1.3695 Journal Unsika
Arka, I. W. (2024). The
core-oblique distinction in some Austronesian languages of Indonesia and beyond.
Linguistik Indonesia, 35(2), … https://doi.org/10.26499/li.v35i2.66 ojs.linguistik-indonesia.org
Astuti, S. P. (2017). Analisis fungsi sintaksis kata apa dan mana dalam bahasa
Indonesia. Nusa: Jurnal
Ilmu Bahasa dan Sastra. https://doi.org/10.14710/nusa.12.4.206-215 UNDIP E-Journal
System
Harahap, H. J. P., Sababalat, C. V., Simanullang, R. W., Marwah, P. A., &
Simanjuntak, G. I. (2025). Analisis sintaksis pada kalimat kompleks dalam
bahasa Indonesia. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 9(1), 10183-10187.
https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.26246 JPTAM
Nainggolan, K. (2025). Sintakmatik dalam analisis struktur kalimat bahasa
Indonesia: syntax in Indonesian sentence structure analysis. JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra
Indonesia, 5(01). https://doi.org/10.47709/jbsi.v5i01.6247 jurnal.itscience.org
Nugraha, D. S. (2024). The comparative analysis of syntactic features between
Indonesian and English denominal verbs. LiNGUA:
Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra. https://doi.org/… Journal UIN
Malang
Pratami, F., Widiono, A., Zahra, A. N., Suciati, L., & Lestari, M. W.
(2025). Studi sintaksis: Analisis penggunaan kalimat SPOK dalam esai mahasiswa
PBSI. Seulas Pinang:
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra.
https://doi.org/10.30599/n9mx2f87 Journal
Universitas Nurul Huda
Susanto, R. N. V., Dwijayanti, R., & Putri, F. M. (2024). Analisis
kesalahan sintaksis dalam bahasa Indonesia. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 8(1), 1360-1371.
https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12566 JPTAM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar