Jumat, 05 Desember 2025

Analisis Sintaksis dalam Bahasa Indonesia

11.1. Analisis Sintaksis dalam Bahasa Indonesia

Pengertian dan Ruang Lingkup

Sintaksis adalah cabang linguistik yang mempelajari bagaimana unsur-unsur bahasa (kata, frasa, klausa) disusun menjadi satuan yang lebih besar seperti kalimat, serta bagaimana hubungan antarunsur tersebut membentuk struktur gramatikal (Givón, 2001; di dalam Nainggolan, 2025). Dalam konteks bahasa Indonesia, analisis sintaksis mencakup identifikasi elemen-kalimat seperti subjek, predikat, objek, keterangan (SPOK), frasa dan klausa, serta hubungan antara klausa (koordinatif, subordinatif) yang membentuk kalimat kompleks (Harahap, et al., 2025).

Pola Kalimat dan Unsur SPOK

Salah satu ciri khas bahasa Indonesia baku adalah pola dasar Subjek–Predikat–Objek–Keterangan (SPOK). Penelitian terhadap esai mahasiswa menunjukkan bahwa penguasaan pola ini menjadi indikator kecakapan berbahasa Indonesia secara tertulis. Misalnya, studi oleh Pratami et al. (2025) menemukan bahwa esai mahasiswa sering mengabaikan unsur predikat atau keterangan sehingga struktur kalimat menjadi tidak optimal (Pratami et al., 2025). Journal Universitas Nurul Huda
Pola SPOK ini memberikan kerangka bagi pembaca atau pendengar untuk mengidentifikasi siapa melakukan apa, kepada siapa, dan dalam kondisi apa. Sebagai contoh:

“Ali membaca buku di perpustakaan kemarin.”
Subjek = Ali; Predikat = membaca; Objek = buku; Keterangan = di perpustakaan kemarin.

Pola ini memudahkan analisis karena unsur-unsurnya relatif jelas dan berurut secara linear.

Sintaksis Pengantar Linguistik dan Struktur Kalimat | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com) 

Frasa, Klausa, dan Hubungan Antar-Klausa

Dalam analisis sintaksis, kita juga meninjau frasa (kelompok kata yang berfungsi sebagai satu unit, misalnya frasa nama, frasa kerja) dan klausa (unit yang memiliki predikat).
Penelitian mengenai kalimat kompleks dalam bahasa Indonesia menunjukkan bahwa hubungan antar-klausa sering berupa subordinasi daripada koordinasi atau korelasi—terutama dalam teks akademik dan formal. Harahap et al. (2025) menemukan bahwa konjungsi seperti karena, sehingga, meskipun, walaupun banyak digunakan untuk menghubungkan klausa utama dan klausa subordinatif. JPTAM
Contoh:

“Meskipun hujan lebat, mereka tetap melaksanakan upacara.”
Klausa subordinatif: “Meskipun hujan lebat”
Klausa utama: “mereka tetap melaksanakan upacara”

Analisis ini penting karena konstruksi subordinatif menunjukkan bagaimana ide-utama dan ide -tambahan saling berhubungan dalam satu kalimat.

Ciri dan Permasalahan Sintaksis dalam Bahasa Indonesia

Beberapa penelitian telah mengidentifikasi masalah umum pada tataran sintaksis bahasa Indonesia, misalnya dalam teks media massa atau tulisan akademik. Sebagai contoh, Susanto et al. (2024) menemukan kesalahan seperti interferensi, kalimat tidak padu, penambahan preposisi yang tidak diperlukan, atau struktur kalimat yang mubazir (redundan). Anufa Ikaprobsi
Analisis lain menyoroti bahwa dalam konteks digital (media sosial), pengguna bahasa Indonesia sering menggunakan kalimat eliptis, fragmentaris, atau tidak mengikuti pola SPOK yang baku — namun hal ini dapat dipahami sebagai adaptasi gaya komunikasi digital yang lebih ringkas dan ekspresif (Alwisa et al., 2025). J-Educa
Dalam kajian yang lebih terfokus, Astuti (2017) meneliti fungsi sintaksis kata tanya seperti apa dan mana dalam kalimat tanya maupun deklaratif — menunjukkan bahwa bahan sedikit tampak sederhana namun memiliki peran sintaksis yang penting dalam kalimat Indonesia. UNDIP E-Journal System

Metode Analisis Sintaksis

Analisis sintaksis dalam bahasa Indonesia umumnya menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif: mengumpulkan data (tulisan atau lisan), mengidentifikasi struktur kalimat, mengklasifikasi hubungan antar-unsur, dan mengevaluasi kesesuaian dengan kaidah baku (Harahap et al., 2025; Bebas, 2024) (Harahap et al., 2025) & (Susanto et al., 2024).
Sumber data bisa berupa teks tertulis (artikel, esai, media) maupun lisan (wawancara, rekaman percakapan). Analisis kemudian dapat mengeksplorasi pola pola sintaktis, frekuensi tipe klausa, kesalahan sintaksis, dan faktor-faktor yang memengaruhi.

Signifikansi dan Aplikasi

Menguasai analisis sintaksis bermanfaat dalam beberapa bidang, antara lain:

·         Pembelajaran bahasa Indonesia: guru dan pelajar dapat memahami struktur kalimat demi komunikasi yang efektif.

·         Penulisan akademik atau profesional: struktur kalimat yang baik meningkatkan kejelasan dan kredibilitas tulisan.

·         Pengembangan teknologi bahasa (NLP): struktur sintaksis menjadi dasar analisis bahasa otomatis dan pemrosesan bahasa alami.

·         Penerjemahan dan analisis linguistik kontrastif: mengetahui struktur kalimat Indonesia membantu dibandingkan dengan bahasa lain.

Dengan demikian, analisis sintaksis bukan sekadar teori, tetapi sangat relevan dalam praktik bahasa.

 

11.2. Perbandingan Sintaksis Bahasa Indonesia dengan Bahasa Lain

Pendekatan Sintaksis Kontrasting

Analisis kontrastif (contrastive analysis) antara bahasa Indonesia dan bahasa lain (misalnya bahasa Inggris, Jepang, Cina) memungkinkan kita melihat persamaan dan perbedaan struktur kalimat serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa maupun penerjemahan. Sebagai contoh, Adiantika (2024) membandingkan kalimat deklaratif antara bahasa Indonesia dan Inggris, menunjukkan bahwa meskipun pola dasar mungkin sama (misalnya transitive, intransitive), terdapat perbedaan dalam pengenalannya, penanda transitivitas, maupun relasi gramatikal. Journal Unsika

Contoh Perbandingan antara Bahasa Indonesia dan Inggris

Dalam penelitian Nugraha (2024) mengenai verba denominal (kata kerja yang dibentuk dari nomina) antara bahasa Indonesia dan Inggris ditemukan:

·         Kemiripan: kedua bahasa memiliki fitur transitif dan intransitif. Journal UIN Malang

·         Perbedaan: bahasa Indonesia mempunyai fitur bitransitif yang lebih produktif; berbeda juga dalam hal penanda transitivitas dan relasi gramatikal terhadap verba denominal (Nugraha, 2024).
Contoh sederhana:

Bahasa Indonesia: “Dia menjahitkan meja itu untuk saya.” (bitransitif: menjahit-kan)
Bahasa Inggris: “He had the table sewn for me.” (lebih kompleks dengan struktur had … for)
Perbedaan ini menunjukkan bahwa konstruksi dan tata penanda sintaksis tiap bahasa tidak selalu sepadan.

Perbandingan dengan Bahasa Jepang dan Cina

Dalam studi yang membandingkan bahasa Jepang dan Indonesia, ditemukan bahwa konstruksi kalimat potensi (ability/potential) memiliki kesamaan dan perbedaan. Misalnya, bahasa Jepang menggunakan “N-ga dekiru”, sementara bahasa Indonesia memakai “bisa + V” dalam konstruksi yang setara. Namun, aturan pembentukan terhadap verba intransitif dalam bahasa Jepang lebih kompleks dibanding bahasa Indonesia (Forum for Linguistic Studies, 2025). Bilbup Group
Dalam penelitian mengenai kalimat nominal antara bahasa Cina dan Indonesia — sebuah studi oleh Trihardini (2024) — ditemukan bahwa meskipun definisi kalimat nominal serupa, unsur-unsur pembentuk predikat berbeda antara kedua bahasa, sehingga pemahaman strukturalnya memerlukan kesadaran terhadap perbedaan (Trihardini, 2024). BINUS Journal

Perbandingan dalam Bahasa-Austronesia dan Fokus Transitivitas

Kajian Arka (2024) mengangkat struktur core-oblique dan sistem transitivitas dalam bahasa Austronesia termasuk Indonesia dan Bali. Dalam hal ini, bahasa Indonesia menunjukkan pola yang “gradien” antara inti (core) dan oblique arguments, yang agak berbeda dari klasifikasi kategori yang sangat diskret dalam beberapa teori universal. ojs.linguistik-indonesia.org
Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan sintaksis tidak hanya melibatkan struktur kalimat dasar, tetapi juga relasi argumen, realisasi verba, dan sistem suara (voice system) dalam bahasa tersebut.

Implikasi Pembelajaran dan Penerjemahan

Perbandingan sintaksis memiliki implikasi nyata dalam beberapa bidang:

·         Dalam pembelajaran bahasa asing: memahami perbedaan struktural antara bahasa asal (misalnya Indonesia) dan bahasa target (misalnya Inggris/Jepang) membantu pengajar dan pelajar mengantisipasi kesalahan struktural (Adiantika, 2024).

·         Dalam penerjemahan: penerjemah harus peka terhadap perbedaan konstruk sintaksis agar hasil terjemahan tidak terasa kaku atau kurang natural.

·         Dalam pengembangan kurikulum bahasa Indonesia atau bahasa asing di Indonesia: materi bisa disesuaikan dengan perbedaan sintaksis yang sering menimbulkan kesalahan. Misalnya, kesalahan pada tataran sintaksis dalam teks-ilmiah atau media massa Indonesia menunjukkan bahwa pemahaman struktur kalimat masih perlu diperkuat. JPTAM+1

Tabel Ringkas: Beberapa Perbedaan Sintaksis Antar Bahasa

Aspek

Bahasa Indonesia

Bahasa Lain (Inggris/Jepang/Cina)

Pola kalimat dasar

S-P-O-K umum

S-V-O (Inggris) / SOV (Jepang) atau pola berbeda (Cina)

Sistem transitivitas

Transitif, intransitif, bitransitif lebih produktif (Nugraha, 2024) Journal UIN Malang

Inggris: bitransitif ada tapi berbeda penanda; Jepang: struktur potensi lebih kompleks

Hubungan antar-klausa

Banyak subordinatif dalam teks formal (Harahap et al., 2025) JPTAM

Struktur klausa bisa berbeda tergantung tipologi bahasa

Realisasi argumen inti & oblique

Gradien core-oblique (Arka, 2024) ojs.linguistik-indonesia.org

Beberapa bahasa memiliki kategorisasi yang lebih rigid

Tantangan dan Peluang

Meski analisis kontrastif telah menghasilkan berbagai temuan, ada tantangan yang perlu diperhatikan:

·         Data yang representatif: banyak penelitian menggunakan data terbatas (misalnya esai mahasiswa, teks berita) sehingga generalisasi perlu hati-hati.

·         Variasi dialektal dan gaya: bahasa Indonesia memiliki ragam dialek dan register (misalnya media sosial) yang memiliki pola sintaksis berbeda.

·         Interferensi dari bahasa sumber: khususnya dalam pembelajaran bahasa asing, struktur bahasa asal dapat memengaruhi pemahaman struktur target (Adiantika, 2024).

·         Perkembangan teknologi bahasa: dengan munculnya NLP untuk bahasa Indonesia, struktur sintaksis menjadi semakin penting dalam pemrosesan bahasa otomatis (Amien, 2023) arXiv

Namun demikian, peluang penelitian ke depan cukup besar, terutama dalam memperluas studi ke bahasa-bahasa lokal, variasi informal, dan aplikasi lintas bahasa dalam konteks global.

 

Penutup

Analisis sintaksis dalam bahasa Indonesia adalah bidang yang kaya dan relevan, baik untuk keperluan pembelajaran bahasa, penulisan, penerjemahan, maupun pengembangan teknologi bahasa. Pada bagian pertama (11.1), kita telah membahas bagaimana struktur kalimat bahasa Indonesia dibentuk, bagaimana polanya (seperti SPOK), dan beberapa isu dalam praktik penggunaannya. Di bagian kedua (11.2), kita melihat bagaimana bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa lain — melalui analisis kontrastif yang mengungkap persamaan dan perbedaan dalam struktur sintaksis.

Bagi pembaca “Pusat Referensi Linguistik”, artikel ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk memahami struktur kalimat dan relasi gramatikal dalam bahasa Indonesia serta memperluas wawasan lintas-bahasa. Dengan pemahaman tersebut, pengguna bahasa (pelajar, guru, peneliti) akan lebih mampu menyusun kalimat yang efektif, menganalisis struktur bahasa lain, dan menerapkan pengetahuan ini dalam konteks akademik maupun profesional.

 

Referensi

Adiantika, H. N. (2024). Contrastive Analysis between Indonesian and English Declarative Sentences. ELT in Focus, v3i1. https://doi.org/10.35706/eltinfc.v3i1.3695 Journal Unsika
Arka, I. W. (2024). The core-oblique distinction in some Austronesian languages of Indonesia and beyond. Linguistik Indonesia, 35(2), … https://doi.org/10.26499/li.v35i2.66 ojs.linguistik-indonesia.org
Astuti, S. P. (2017). Analisis fungsi sintaksis kata apa dan mana dalam bahasa Indonesia. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra. https://doi.org/10.14710/nusa.12.4.206-215 UNDIP E-Journal System
Harahap, H. J. P., Sababalat, C. V., Simanullang, R. W., Marwah, P. A., & Simanjuntak, G. I. (2025). Analisis sintaksis pada kalimat kompleks dalam bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 10183-10187. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.26246 JPTAM
Nainggolan, K. (2025). Sintakmatik dalam analisis struktur kalimat bahasa Indonesia: syntax in Indonesian sentence structure analysis. JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(01). https://doi.org/10.47709/jbsi.v5i01.6247 jurnal.itscience.org
Nugraha, D. S. (2024). The comparative analysis of syntactic features between Indonesian and English denominal verbs. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra. https://doi.org/… Journal UIN Malang
Pratami, F., Widiono, A., Zahra, A. N., Suciati, L., & Lestari, M. W. (2025). Studi sintaksis: Analisis penggunaan kalimat SPOK dalam esai mahasiswa PBSI. Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. https://doi.org/10.30599/n9mx2f87 Journal Universitas Nurul Huda
Susanto, R. N. V., Dwijayanti, R., & Putri, F. M. (2024). Analisis kesalahan sintaksis dalam bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 1360-1371. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12566 JPTAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA Buku Morfologi Bahasa Indonesia ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif dan apl...