Sabtu, 08 November 2025

Sejarah dan Konsep Linguistik Terapan

1. Penerapan Informasi Linguistik dalam Dunia Nyata

Linguistik terapan merupakan bidang yang berupaya menggunakan pengetahuan linguistik — yaitu pemahaman tentang struktur dan fungsi bahasa — untuk menyelesaikan masalah-masalah konkret dalam dunia nyata. Misalnya, bagaimana merancang kurikulum pengajaran bahasa, menyusun materi pembelajaran, mengembangkan orthografi bagi bahasa yang sebelumnya tidak tertulis, melakukan perencanaan bahasa (language planning) dalam masyarakat multibahasa, hingga menerapkan analisis wicara (discourse analysis) untuk memperbaiki komunikasi organisasi atau publik. Sebagaimana dikemukakan dalam definisi ringkas: “Applied linguistics is using what we know about (a) language, (b) how it is learned, and (c) how it is used, in order to achieve some purpose or solve some problem in the real world” (Schmitt & Celce-Murcia, 2002, dalam kutipan di turn0search4).

Dengan demikian, aplikasi informasi linguistik dalam praktik dunia nyata meliputi berbagai kegiatan: pengajaran bahasa (L1, L2, L3), asesmen dan pengujian bahasa, translasi dan interpretasi, pengembangan kebijakan bahasa (language policy) dan perencanaan bahasa (language planning), serta teknologi bahasa (misalnya: korpus bahasa, pengolahan bahasa otomatis). Bidang ini menuntut bahwa teori linguistik tidak hanya untuk deskripsi abstrak, tetapi dimanfaatkan untuk memecahkan “masalah bahasa” yang muncul dalam pendidikan, kebijakan, komunikasi profesional, atau masyarakat. Menurut Harris (2023), tradisi linguistik terapan muncul sebagai respons terhadap penyempitan fokus linguistik teoretis, dan senantiasa mempertahankan peran sosial-akuntabelnya karena ia berpusat pada “language problems” yang nyata. Universidad de La Rioja+1

Linguistik Terapan Jilid Pertama - Aco Nasir | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com)


Contoh konkret: Di sekolah multibahasa, pengembang modul perlu memahami bagaimana siswa bilingual (atau multilingual) menggunakan bahasa ibunya dan bahasa kedua, lalu merancang intervensi agar transisi lebih lancar. Di bidang penerjemahan, ahli linguistik terapan dapat membantu memilih strategi penerjemahan yang mempertimbangkan konteks budaya dan pragmatik. Di pemerintahan, dalam menetapkan kebijakan bahasa nasional, informasi linguistik (misalnya tentang variasi bahasa, diglosia, biliterasi) sangat penting agar kebijakan tidak mendiskriminasi kelompok-bahasa minoritas. Dengan demikian, penerapan informasi linguistik dalam dunia nyata bukan hanya pengajaran bahasa, tetapi juga meluas ke kebijakan, teknologi, dan praktik sosial.

2. Pemanfaatan Informasi Linguistik dalam Praktik Selama Berabad-abad

Meskipun istilah “linguistik terapan” (applied linguistics) baru berkembang pada abad ke20, pemanfaatan informasi linguistik dalam praktik sosial, pendidikan, dan kebahasaan telah berlangsung jauh sebelumnya. Sebagai contoh: dalam reformasi pengajaran bahasa asing di Eropa pada abad ke-19, pengajaran langsung (Direct Method) atau metode audio-oral (audiolingualism) menggunakan analisis bahasa dan praktek terstruktur, yang pada hakikatnya adalah penerapan konsep linguistik dalam pengajaran. Dalam konteks yang lebih tua: pengembangan tata bahasa, kamus, orthografi, dan guidelines pelafalan bagi misionaris atau kolonial juga mencerminkan penerapan pengetahuan bahasa (meskipun bukan dalam label “linguistik terapan”).

Misalnya, kajian tentang sekolah Anglo-Skandinavia (Anglo-Scandinavian School) menunjukkan bahwa sejak 1880-an telah muncul komunitas ilmuwan linguistik yang menerapkan pengetahuan fonetik dan lainnya pada masalah nyata seperti reformasi pengajaran, orthografi, dan perencanaan bahasa. White Rose Research Online

Kemudian, dalam pertengahan abad ke-20, institusi seperti Center for Applied Linguistics (CAL) di Amerika Serikat dibentuk untuk menjadi jembatan antara dunia linguistik akademik dan praktik pengajaran bahasa. CAL+1

Dengan demikian, meskipun label “linguistik terapan” baru muncul kemudian, praktik menerapkan pemahaman bahasa ke dalam konteks praktis sudah dilakukan selama berabad-abad—baik dalam pendidikan, penerjemahan, pembakuan bahasa, maupun perencanaan bahasa.

3. Istilah “Linguistik Terapan” Dianggap Sebagai Penemuan Anglo-Amerika?

Sering digemakan bahwa istilah “linguistik terapan” (applied linguistics) adalah hasil penemuan atau pengembangan dari tradisi Anglo-Amerika, yakni di Inggris dan Amerika Serikat. Beberapa sumber menyebut bahwa istilah tersebut adalah “Anglo-American coinage”. Sebagai contoh, dalam ringkasan definisi ditemukan bahwa: “The term Applied Linguistics (AL) is an Anglo-American coinage.” Studocu+1

Lebih jauh, sejarah mencatat bahwa di Amerika Serikat sejak tahun 1940–an, ahli bahasa mulai menerapkan metode linguistik struktural dalam pengajaran bahasa Inggris dan bahasa asing, yang kemudian berkembang menjadi bidang terpisah. Wiley-Blackwell+1

Dengan kata lain: istilah “linguistik terapan” memang muncul dan cepat dikenal dalam konteks Anglo-Amerika, karena faktor institusional (universitas, lembaga pengajaran bahasa, militer) dan kebutuhan praktis pasca Perang Dunia II (misalnya pengajaran bahasa untuk angkatan militer). Oleh karenanya, istilah ini sering dikaitkan dengan tradisi Anglo-Amerika.

4. Pengaruh Anglo-Amerika dalam Dominasi Istilah “Linguistik Terapan”

Pengaruh AngloAmerika dalam istilah dan praktik linguistik terapan dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, institusi dan jurnal awal yang membawa label “applied linguistics” banyak berasal dari AS/Inggris. Contohnya, jurnal Language Learning yang terbit dari universitas Michigan (AS) pada tahun 1948 memiliki subtitle “A Quarterly Journal of Applied Linguistics” — menandai penggunaan istilah tersebut dalam institusi AngloAmerika. Liquisearch+1

Kedua, lembaga seperti Center for Applied Linguistics (AS) dibentuk untuk menjembatani riset linguistik dan praktik bahasa di dunia pendidikan dan kebijakan bahasa di AS dan internasional. CAL

Ketiga, tradisi penelitian dan pengajaran bahasa asing (L2) di AS/Inggris sangat mendominasi bidang ini, sehingga terminologi, kerangka teori, dan metodologi yang digunakan sering berasal dari tradisi Anglo-Amerika, dan menjadi acuan di banyak negara lain. Sebagai hasilnya, istilah “linguistik terapan” dengan akar Anglo-Amerika menjadi standard tersendiri dalam literatur internasional. Harris (2008) mencatat bahwa tradisi AngloSkandinavia yang lebih awal tetap kurang dikenal dibanding tradisi Anglo–Amerika karena dominasi bahasa Inggris dan AS dalam publikasi akademik. White Rose Research Online

Dengan demikian, dominasi Anglo-Amerika dalam istilah dan praktik linguistik terapan bukan hanya soal istilah, tetapi juga soal institusi, publikasi, jaringan akademik, dan penyebaran global konsep-konsep melalui bahasa Inggris sebagai lingua franca akademik.

5. Kritik terhadap Dominasi Anglo-Amerika dalam Linguistik Terapan

Walaupun kontribusi AngloAmerika penting, dominasi ini juga mendapatkan kritik. Kritik utama menyangkut:

  • Sentrasi teoretis dan metodologis: Karena banyak teori dan kerangka berasal dari tradisi AngloAmerika (misalnya pengajaran bahasa L2 di AS/Inggris), maka pendekatanpendekatan dari konteks nonAnglo atau nonBarat kurang mendapatkan ruang. Hal ini berpotensi mengabaikan keragaman praktik bahasa, budaya, dan pendidikan di dunia Global Selatan atau Asia–Afrika.
  • Terminologi yang tidak cocok secara lokal: Istilah “applied linguistics” dan bagaimana ia didefinisikan kadang kurang sesuai dengan tradisi linguistik di negara non-Inggris, sehingga terjadi adaptasi atau resistensi terhadap label tersebut.
  • Ketergantungan publikasi berbahasa Inggris: Karena banyak jurnal dan konferensi dominan berasal dari AS/Inggris, maka akses dan pengaruh lokal terkendala, dan perspektif lokal kurang terwakili.
  • Asimetri kekuasaan pengetahuan: Peneliti dari negara Barat sering memproduksi teori yang kemudian diterapkan di negara lain tanpa cukup memperhitungkan konteks lokal, yang mengundang kritik dari perspektif post-kolonial atau dekolonial.

Salah satu ulasan menunjukkan bahwa literatur linguistik terapan cenderung mengabaikan tradisi nonAnglo dan bahwa “applied linguistics” sebagai label sendiri membawa implikasi dominasi bahasa dan institusi Barat. (Harris, 2008) White Rose Research Online

Kritik semacam ini mendorong munculnya gerakan untuk “linguistik terapan global”, “kritikal applied linguistics”, dan pengembangan perspektif dari Global South yang menantang hegemoni AngloAmerika.

6. Kapan Istilah “Linguistik Terapan” Pertama Kali Muncul, dan Di Mana?

Menentukan “tanggal pasti” kemunculan istilah “applied linguistics” agak sulit karena penggunaan awalnya sporadis, namun beberapa tonggak penting tercatat:

  • Jurnal Language Learning: A Quarterly Journal of Applied Linguistics diterbitkan oleh Universitas Michigan (AS) pertama kali pada tahun 1948, dan jurnal ini menggunakan istilah “Applied Linguistics” dalam subjudulnya. Liquisearch+1
  • Institusi seperti School of Applied Linguistics, University of Edinburgh di Inggris (dibuka 1956) dan Center for Applied Linguistics (CAL) di AS (dibentuk 1959) menandai pembentukan institusi yang memakai label “applied linguistics”. Scribd+2CAL+2
  • Menurut Mackey (1966/1968) istilah tersebut “apparently originated in the United States in the 1940’s” (Mackey, 1966/1968) dalam artikel “Applied Linguistics: Its Meaning and Use”. ERIC+1

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa istilah “linguistik terapan” pertama kali muncul atau paling awal dikenal secara institusional di Amerika Serikat pada 1940-an, kemudian diperkuat di Inggris pada 1950-an, dan menyebar global setelah itu.

7. Alasan yang Dikemukakan oleh Mackey (1965/1966) Mengenai Penggunaan Istilah “Linguistik Terapan” oleh Para Guru Bahasa

Dalam artikelnya, W. F. Mackey (1966) menyatakan beberapa alasan mengapa istilah “applied linguistics” digunakan oleh para guru bahasa. Berikut beberapa poin utama:

  • Mackey mencatat bahwa istilah “applied linguistics” muncul dari keinginan para praktisi untuk dikenali sebagai “ilmuwan” (scientists) daripada sebagai “humanis” (humanists). Ia menulis bahwa istilah tersebut “was first used by persons with an obvious desire to be identified as scientists rather than as humanists; the association with ‘applied science’ can hardly have been accidental.” (Mackey, 1966, hlm. 197) ERIC
  • Ia mengemukakan bahwa guru-bahasa (language teachers) terus-menerus mendengar tentang “the science of applied linguistics” ketika mereka dilatih, dan bahwa ada anggapan bahwa tanpa pelatihan dalam teknik linguistik terapan maka seseorang sulit mengajar bahasa dengan sukses. ERIC+1
  • Mackey juga menunjukkan skeptisitas: meskipun linguistik dapat membantu guru mengetahui lebih banyak tentang bahasa asing, analisis linguistik tidak selalu cocok untuk proses pembelajaran bahasa—contohnya: prediksi kesalahan (error prediction) melalui analisis kontras (contrastive analysis) ternyata “incomplete as to be misleading”. ERIC
  • Jadi alasan utama: (a) memperkuat status profesi pengajaran bahasa dengan label ilmiah (“applied linguistics”), (b) kebutuhan praktis pelatihan guru bahasa untuk menguasai teknik linguistik, (c) konteks pasca-Perang Dunia II yang memperkuat kebutuhan akan pengajaran bahasa yang sistematis (termasuk untuk keperluan militer atau diplomasi).

Dengan demikian, Mackey memberi gambaran bahwa istilah tersebut bukanlah sekadar label akademik, tetapi juga alat legitimasi bagi profesi pengajaran bahasa yang semakin “ilmiah” dalam budaya pendidikan Anglo-Amerika.

8. Relevansi Pendapat Mackey dalam Perkembangan Linguistik Terapan

Pendapat Mackey (1966) tetap relevan dan memiliki implikasi terhadap perkembangan linguistik terapan, antara lain:

  • Legitimasi profesi dan disiplin: Dengan menyebut bahwa guru-bahasa mengadopsi istilah “spoken science of applied linguistics”, Mackey menyoroti bagaimana bidang ini memperoleh legitimasi sebagai disiplin ilmiah yang berbeda dari pengajaran bahasa tradisional. Ini penting dalam konteks institusionalisasi linguistik terapan—misalnya pembentukan program studi, pusat penelitian, dan asosiasi seperti American Association for Applied Linguistics (AAAL) yang didirikan 1977. Liquisearch+1
  • Kritik terhadap klaim “solusi total”: Mackey menegaskan bahwa meskipun linguistik terapan dapat membantu, ia bukanlah solusi ajaib bagi seluruh persoalan pengajaran bahasa; “Contemporary claims that applied linguistics can solve all the problems of language teaching are as unfounded as the claims that applied psychology can solve them.” (Mackey, 1966) ERIC+1 Ini menjadi catatan penting terhadap hype atau penyangkalan kritis dalam linguistik terapan.
  • Perluasan cakupan bidang: Meskipun pada awalnya dikaitkan dengan pengajaran bahasa, perspektif Mackey menunjukkan bahwa linguistik terapan harus mempertimbangkan bahwa unit analisis linguistik (linguistic units) mungkin tidak sesuai langsung dengan kebutuhan pembelajaran bahasa; ini membuka pintu bagi perluasan cakupan — misalnya ke bilingualisme, penerjemahan, perencanaan bahasa, komunikasi organisasi. Kini bidang ini makin multidisipliner.
  • Refleksi terhadap konteks historis: Pernyataan Mackey bahwa istilah ini muncul dalam konteks keinginan untuk diidentifikasi sebagai ilmuwan menunjukkan bahwa perkembangan linguistik terapan sangat terkait dengan perubahan institusi pendidikan pasca perang dunia dan budaya ilmiah Anglo-Amerika. Pemahaman konteks historis ini penting agar kita tidak sekadar menerima istilah tanpa menyadari asal-usul dan kekuatan institusionalnya.

Dengan demikian, pendapat Mackey membantu kita memahami dua hal: pertama, bagaimana linguistik terapan sebagai istilah dan disiplin memperoleh landasan awalnya; kedua, bagaimana kritik dan refleksi awalnya (oleh Mackey) tetap relevan saat kita sekarang memperluas bidang linguistik terapan ke konteks multikultural, global, dan interdisipliner.

 

Penutup

Melalui pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa linguistik terapan adalah bidang yang lahir dari kebutuhan nyata untuk menerapkan pengetahuan bahasa ke dalam praktik — pengajaran, kebijakan, perencanaan bahasa — dan bahwa istilah ini memang banyak dipengaruhi oleh tradisi Anglo-Amerika. Namun, sejarah panjang praktik penerapan linguistik menunjukkan bahwa akar-nya jauh lebih luas dan lebih beragam daripada yang mungkin tampak jika hanya melihat literatur Anglo-Amerika. Kritik terhadap dominasi Anglo-Amerika penting untuk membuka ruang bagi pendekatan lokal, kontekstual, dan non-Barat dalam linguistik terapan.

Bagi blog Pusat Referensi Linguistik, bab ini dapat menjadi pengantar yang kuat untuk memahami bagaimana linguistik terapan muncul, berkembang, dan mengapa pemahaman sejarah dan konteksnya penting sebelum melangkah ke bab-selanjutnya.

 

Daftar Pustaka

Harris, T. (2008). Linguistics in applied linguistics: A historical overview. Journal of English Studies. doi:10.18172/jes.72 Universidad de La Rioja
Mackey, W. F. (1966). Applied Linguistics: Its meaning and use. ELT Journal, XX(3), 197-206. doi:10.1093/elt/xx.3.197 CoLab+1
Mohammed, M. A. A. (2020). An overview of the history and development of applied linguistics. Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities (MJSSH), 5(1). doi:10.47405/mjssh.v5i1.339 MSocial Sciences
“The Handbook of Applied Linguistics”. (n.d.). In A. Davies & C. Elder (Eds.). (PDF version). Books of Foreign Languages in Uzbekistan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA Buku Morfologi Bahasa Indonesia ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif dan apl...