1. Penerapan Informasi Linguistik dalam Dunia Nyata
Linguistik terapan merupakan
bidang yang berupaya menggunakan pengetahuan linguistik — yaitu pemahaman
tentang struktur dan fungsi bahasa — untuk menyelesaikan masalah-masalah
konkret dalam dunia nyata. Misalnya, bagaimana merancang kurikulum pengajaran
bahasa, menyusun materi pembelajaran, mengembangkan orthografi bagi bahasa yang
sebelumnya tidak tertulis, melakukan perencanaan bahasa (language planning)
dalam masyarakat multibahasa, hingga menerapkan analisis wicara (discourse
analysis) untuk memperbaiki komunikasi organisasi atau publik. Sebagaimana
dikemukakan dalam definisi ringkas: “Applied linguistics is using what we know
about (a) language, (b) how it is learned, and (c) how it is used, in order to
achieve some purpose or solve some problem in the real world” (Schmitt &
Celce-Murcia, 2002, dalam kutipan di turn0search4).
Dengan demikian, aplikasi
informasi linguistik dalam praktik dunia nyata meliputi berbagai kegiatan:
pengajaran bahasa (L1, L2, L3), asesmen dan pengujian bahasa, translasi dan
interpretasi, pengembangan kebijakan bahasa (language policy) dan perencanaan
bahasa (language planning), serta teknologi bahasa (misalnya: korpus bahasa, pengolahan
bahasa otomatis). Bidang ini menuntut bahwa teori linguistik tidak hanya untuk
deskripsi abstrak, tetapi dimanfaatkan untuk memecahkan “masalah bahasa” yang
muncul dalam pendidikan, kebijakan, komunikasi profesional, atau masyarakat.
Menurut Harris (2023), tradisi linguistik terapan muncul sebagai respons
terhadap penyempitan fokus linguistik teoretis, dan senantiasa mempertahankan
peran sosial-akuntabelnya karena ia berpusat pada “language problems” yang
nyata. Universidad de La Rioja+1
| Linguistik Terapan Jilid Pertama - Aco Nasir | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com) |
Contoh konkret: Di sekolah
multibahasa, pengembang modul perlu memahami bagaimana siswa bilingual (atau
multilingual) menggunakan bahasa ibunya dan bahasa kedua, lalu merancang
intervensi agar transisi lebih lancar. Di bidang penerjemahan, ahli linguistik
terapan dapat membantu memilih strategi penerjemahan yang mempertimbangkan
konteks budaya dan pragmatik. Di pemerintahan, dalam menetapkan kebijakan
bahasa nasional, informasi linguistik (misalnya tentang variasi bahasa,
diglosia, biliterasi) sangat penting agar kebijakan tidak mendiskriminasi
kelompok-bahasa minoritas. Dengan demikian, penerapan informasi linguistik
dalam dunia nyata bukan hanya pengajaran bahasa, tetapi juga meluas ke
kebijakan, teknologi, dan praktik sosial.
2. Pemanfaatan
Informasi Linguistik dalam Praktik Selama Berabad-abad
Meskipun istilah “linguistik
terapan” (applied linguistics) baru berkembang pada abad ke‐20, pemanfaatan informasi
linguistik dalam praktik sosial, pendidikan, dan kebahasaan telah berlangsung
jauh sebelumnya. Sebagai contoh: dalam reformasi pengajaran bahasa asing di
Eropa pada abad ke-19, pengajaran langsung (Direct Method) atau metode audio-oral
(audiolingualism) menggunakan analisis bahasa dan praktek terstruktur, yang
pada hakikatnya adalah penerapan konsep linguistik dalam pengajaran. Dalam
konteks yang lebih tua: pengembangan tata bahasa, kamus, orthografi, dan
guidelines pelafalan bagi misionaris atau kolonial juga mencerminkan penerapan
pengetahuan bahasa (meskipun bukan dalam label “linguistik terapan”).
Misalnya, kajian tentang sekolah
Anglo-Skandinavia (Anglo-Scandinavian School) menunjukkan bahwa sejak 1880-an
telah muncul komunitas ilmuwan linguistik yang menerapkan pengetahuan fonetik
dan lainnya pada masalah nyata seperti reformasi pengajaran, orthografi, dan
perencanaan bahasa. White Rose Research Online
Kemudian, dalam pertengahan abad
ke-20, institusi seperti Center for Applied Linguistics (CAL) di Amerika
Serikat dibentuk untuk menjadi jembatan antara dunia linguistik akademik dan
praktik pengajaran bahasa. CAL+1
Dengan demikian, meskipun label
“linguistik terapan” baru muncul kemudian, praktik menerapkan pemahaman bahasa
ke dalam konteks praktis sudah dilakukan selama berabad-abad—baik dalam
pendidikan, penerjemahan, pembakuan bahasa, maupun perencanaan bahasa.
3. Istilah
“Linguistik Terapan” Dianggap Sebagai Penemuan Anglo-Amerika?
Sering digemakan bahwa istilah
“linguistik terapan” (applied linguistics) adalah hasil penemuan atau pengembangan
dari tradisi Anglo-Amerika, yakni di Inggris dan Amerika Serikat. Beberapa
sumber menyebut bahwa istilah tersebut adalah “Anglo-American coinage”. Sebagai
contoh, dalam ringkasan definisi ditemukan bahwa: “The term Applied Linguistics
(AL) is an Anglo-American coinage.” Studocu+1
Lebih jauh, sejarah mencatat
bahwa di Amerika Serikat sejak tahun 1940–an, ahli bahasa mulai menerapkan
metode linguistik struktural dalam pengajaran bahasa Inggris dan bahasa asing,
yang kemudian berkembang menjadi bidang terpisah. Wiley-Blackwell+1
Dengan kata lain: istilah
“linguistik terapan” memang muncul dan cepat dikenal dalam konteks
Anglo-Amerika, karena faktor institusional (universitas, lembaga pengajaran bahasa,
militer) dan kebutuhan praktis pasca Perang Dunia II (misalnya pengajaran
bahasa untuk angkatan militer). Oleh karenanya, istilah ini sering dikaitkan
dengan tradisi Anglo-Amerika.
4. Pengaruh
Anglo-Amerika dalam Dominasi Istilah “Linguistik Terapan”
Pengaruh Anglo‐Amerika dalam istilah dan praktik
linguistik terapan dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, institusi dan
jurnal awal yang membawa label “applied linguistics” banyak berasal dari
AS/Inggris. Contohnya, jurnal Language Learning yang terbit dari universitas
Michigan (AS) pada tahun 1948 memiliki subtitle “A Quarterly Journal of Applied
Linguistics” — menandai penggunaan istilah tersebut dalam institusi Anglo‐Amerika. Liquisearch+1
Kedua, lembaga seperti Center for
Applied Linguistics (AS) dibentuk untuk menjembatani riset linguistik dan
praktik bahasa di dunia pendidikan dan kebijakan bahasa di AS dan
internasional. CAL
Ketiga, tradisi penelitian dan
pengajaran bahasa asing (L2) di AS/Inggris sangat mendominasi bidang ini,
sehingga terminologi, kerangka teori, dan metodologi yang digunakan sering
berasal dari tradisi Anglo-Amerika, dan menjadi acuan di banyak negara lain.
Sebagai hasilnya, istilah “linguistik terapan” dengan akar Anglo-Amerika
menjadi standard tersendiri dalam literatur internasional. Harris (2008)
mencatat bahwa tradisi Anglo‐Skandinavia yang lebih awal tetap kurang dikenal dibanding tradisi
Anglo–Amerika karena dominasi bahasa Inggris dan AS dalam publikasi akademik. White Rose Research Online
Dengan demikian, dominasi
Anglo-Amerika dalam istilah dan praktik linguistik terapan bukan hanya soal
istilah, tetapi juga soal institusi, publikasi, jaringan akademik, dan
penyebaran global konsep-konsep melalui bahasa Inggris sebagai lingua franca
akademik.
5. Kritik
terhadap Dominasi Anglo-Amerika dalam Linguistik Terapan
Walaupun kontribusi Anglo‐Amerika penting, dominasi ini
juga mendapatkan kritik. Kritik utama menyangkut:
- Sentrasi teoretis dan metodologis: Karena banyak teori dan
kerangka berasal dari tradisi Anglo‐Amerika (misalnya pengajaran bahasa L2 di AS/Inggris), maka pendekatan‐pendekatan dari konteks non‐Anglo atau non‐Barat kurang mendapatkan ruang. Hal ini berpotensi mengabaikan
keragaman praktik bahasa, budaya, dan pendidikan di dunia Global Selatan
atau Asia–Afrika.
- Terminologi yang tidak cocok secara lokal: Istilah “applied linguistics” dan bagaimana ia didefinisikan kadang
kurang sesuai dengan tradisi linguistik di negara non-Inggris, sehingga
terjadi adaptasi atau resistensi terhadap label tersebut.
- Ketergantungan publikasi berbahasa Inggris: Karena banyak jurnal dan konferensi dominan berasal dari AS/Inggris,
maka akses dan pengaruh lokal terkendala, dan perspektif lokal kurang
terwakili.
- Asimetri kekuasaan pengetahuan: Peneliti dari negara Barat
sering memproduksi teori yang kemudian diterapkan di negara lain tanpa
cukup memperhitungkan konteks lokal, yang mengundang kritik dari
perspektif post-kolonial atau dekolonial.
Salah satu ulasan menunjukkan
bahwa literatur linguistik terapan cenderung mengabaikan tradisi non‐Anglo dan bahwa “applied
linguistics” sebagai label sendiri membawa implikasi dominasi bahasa dan
institusi Barat. (Harris, 2008) White Rose Research Online
Kritik semacam ini mendorong
munculnya gerakan untuk “linguistik terapan global”, “kritikal applied
linguistics”, dan pengembangan perspektif dari Global South yang menantang
hegemoni Anglo‐Amerika.
6. Kapan
Istilah “Linguistik Terapan” Pertama Kali Muncul, dan Di Mana?
Menentukan “tanggal pasti”
kemunculan istilah “applied linguistics” agak sulit karena penggunaan awalnya
sporadis, namun beberapa tonggak penting tercatat:
- Jurnal Language Learning: A Quarterly Journal of Applied
Linguistics diterbitkan oleh Universitas Michigan (AS) pertama kali
pada tahun 1948, dan jurnal ini menggunakan istilah “Applied Linguistics”
dalam subjudulnya. Liquisearch+1
- Institusi seperti School of Applied Linguistics, University of
Edinburgh di Inggris (dibuka 1956) dan Center for Applied Linguistics
(CAL) di AS (dibentuk 1959) menandai pembentukan institusi yang memakai
label “applied linguistics”. Scribd+2CAL+2
- Menurut Mackey (1966/1968) istilah tersebut “apparently originated in
the United States in the 1940’s” (Mackey, 1966/1968) dalam artikel
“Applied Linguistics: Its Meaning and Use”. ERIC+1
Dengan demikian, bisa dikatakan
bahwa istilah “linguistik terapan” pertama kali muncul atau paling awal dikenal
secara institusional di Amerika Serikat pada 1940-an, kemudian diperkuat di
Inggris pada 1950-an, dan menyebar global setelah itu.
7. Alasan yang
Dikemukakan oleh Mackey (1965/1966) Mengenai Penggunaan Istilah “Linguistik
Terapan” oleh Para Guru Bahasa
Dalam artikelnya, W. F. Mackey
(1966) menyatakan beberapa alasan mengapa istilah “applied linguistics”
digunakan oleh para guru bahasa. Berikut beberapa poin utama:
- Mackey mencatat bahwa istilah “applied linguistics” muncul dari
keinginan para praktisi untuk dikenali sebagai “ilmuwan” (scientists)
daripada sebagai “humanis” (humanists). Ia menulis bahwa istilah tersebut
“was first used by persons with an obvious desire to be identified as
scientists rather than as humanists; the association with ‘applied science’
can hardly have been accidental.” (Mackey, 1966, hlm. 197) ERIC
- Ia mengemukakan bahwa guru-bahasa (language teachers) terus-menerus
mendengar tentang “the science of applied linguistics” ketika mereka
dilatih, dan bahwa ada anggapan bahwa tanpa pelatihan dalam teknik
linguistik terapan maka seseorang sulit mengajar bahasa dengan sukses. ERIC+1
- Mackey juga menunjukkan skeptisitas: meskipun linguistik dapat
membantu guru mengetahui lebih banyak tentang bahasa asing, analisis
linguistik tidak selalu cocok untuk proses pembelajaran bahasa—contohnya:
prediksi kesalahan (error prediction) melalui analisis kontras
(contrastive analysis) ternyata “incomplete as to be misleading”. ERIC
- Jadi alasan utama: (a) memperkuat status profesi pengajaran bahasa
dengan label ilmiah (“applied linguistics”), (b) kebutuhan praktis
pelatihan guru bahasa untuk menguasai teknik linguistik, (c) konteks
pasca-Perang Dunia II yang memperkuat kebutuhan akan pengajaran bahasa
yang sistematis (termasuk untuk keperluan militer atau diplomasi).
Dengan demikian, Mackey memberi
gambaran bahwa istilah tersebut bukanlah sekadar label akademik, tetapi juga
alat legitimasi bagi profesi pengajaran bahasa yang semakin “ilmiah” dalam
budaya pendidikan Anglo-Amerika.
8. Relevansi
Pendapat Mackey dalam Perkembangan Linguistik Terapan
Pendapat Mackey (1966) tetap
relevan dan memiliki implikasi terhadap perkembangan linguistik terapan, antara
lain:
- Legitimasi profesi dan disiplin: Dengan menyebut bahwa
guru-bahasa mengadopsi istilah “spoken science of applied linguistics”,
Mackey menyoroti bagaimana bidang ini memperoleh legitimasi sebagai
disiplin ilmiah yang berbeda dari pengajaran bahasa tradisional. Ini
penting dalam konteks institusionalisasi linguistik terapan—misalnya
pembentukan program studi, pusat penelitian, dan asosiasi seperti American
Association for Applied Linguistics (AAAL) yang didirikan 1977. Liquisearch+1
- Kritik terhadap klaim “solusi total”: Mackey menegaskan bahwa
meskipun linguistik terapan dapat membantu, ia bukanlah solusi ajaib bagi
seluruh persoalan pengajaran bahasa; “Contemporary claims that applied
linguistics can solve all the problems of language teaching are as unfounded
as the claims that applied psychology can solve them.” (Mackey, 1966) ERIC+1 Ini menjadi
catatan penting terhadap hype atau penyangkalan kritis dalam linguistik terapan.
- Perluasan cakupan bidang: Meskipun pada awalnya
dikaitkan dengan pengajaran bahasa, perspektif Mackey menunjukkan bahwa
linguistik terapan harus mempertimbangkan bahwa unit analisis linguistik
(linguistic units) mungkin tidak sesuai langsung dengan kebutuhan
pembelajaran bahasa; ini membuka pintu bagi perluasan cakupan — misalnya
ke bilingualisme, penerjemahan, perencanaan bahasa, komunikasi organisasi.
Kini bidang ini makin multidisipliner.
- Refleksi terhadap konteks historis: Pernyataan Mackey bahwa
istilah ini muncul dalam konteks keinginan untuk diidentifikasi sebagai
ilmuwan menunjukkan bahwa perkembangan linguistik terapan sangat terkait
dengan perubahan institusi pendidikan pasca perang dunia dan budaya ilmiah
Anglo-Amerika. Pemahaman konteks historis ini penting agar kita tidak
sekadar menerima istilah tanpa menyadari asal-usul dan kekuatan
institusionalnya.
Dengan demikian, pendapat Mackey
membantu kita memahami dua hal: pertama, bagaimana linguistik terapan sebagai
istilah dan disiplin memperoleh landasan awalnya; kedua, bagaimana kritik dan
refleksi awalnya (oleh Mackey) tetap relevan saat kita sekarang memperluas
bidang linguistik terapan ke konteks multikultural, global, dan
interdisipliner.
Penutup
Melalui pembahasan di atas, dapat
disimpulkan bahwa linguistik terapan adalah bidang yang lahir dari kebutuhan
nyata untuk menerapkan pengetahuan bahasa ke dalam praktik — pengajaran,
kebijakan, perencanaan bahasa — dan bahwa istilah ini memang banyak dipengaruhi
oleh tradisi Anglo-Amerika. Namun, sejarah panjang praktik penerapan linguistik
menunjukkan bahwa akar-nya jauh lebih luas dan lebih beragam daripada yang
mungkin tampak jika hanya melihat literatur Anglo-Amerika. Kritik terhadap
dominasi Anglo-Amerika penting untuk membuka ruang bagi pendekatan lokal,
kontekstual, dan non-Barat dalam linguistik terapan.
Bagi blog Pusat Referensi
Linguistik, bab ini dapat menjadi pengantar yang kuat untuk memahami
bagaimana linguistik terapan muncul, berkembang, dan mengapa pemahaman sejarah
dan konteksnya penting sebelum melangkah ke bab-selanjutnya.
Daftar Pustaka
Mackey, W. F. (1966). Applied Linguistics: Its meaning and use. ELT Journal, XX(3), 197-206. doi:10.1093/elt/xx.3.197 CoLab+1
Mohammed, M. A. A. (2020). An overview of the history and development of applied linguistics. Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities (MJSSH), 5(1). doi:10.47405/mjssh.v5i1.339 MSocial Sciences
“The Handbook of Applied Linguistics”. (n.d.). In A. Davies & C. Elder (Eds.). (PDF version). Books of Foreign Languages in Uzbekistan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar