Senin, 22 Desember 2025

REDUPLIKASI DALAM BAHASA INDONESIA

 

REDUPLIKASI DALAM BAHASA INDONESIA

(Sub-CPMK 6: Memahami Proses Reduplikasi pada Kata Bahasa Indonesia)

Pendahuluan

Bahasa Indonesia memiliki kekhasan dalam sistem morfologinya, salah satunya adalah reduplikasi. Reduplikasi merupakan proses pengulangan bentuk kata yang berfungsi untuk membentuk makna gramatikal tertentu. Proses ini sangat produktif dan sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari, baik dalam ragam lisan maupun tulisan.

Dalam kajian morfologi, reduplikasi menempati posisi penting karena menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia memanfaatkan pengulangan sebagai strategi pembentukan kata. Tidak hanya membentuk makna jamak, reduplikasi juga dapat menyatakan makna intensitas, variasi, frekuensi, hingga nuansa pragmatis tertentu. Oleh karena itu, pemahaman reduplikasi sangat penting bagi mahasiswa, guru, dan pemerhati bahasa Indonesia.

 

Dasar Psikolinguistik - Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd. | CV. Cemerlang Publishing

1. Pengertian Reduplikasi

Reduplikasi adalah proses morfologis yang dilakukan dengan cara mengulang bentuk dasar suatu kata, baik secara keseluruhan maupun sebagian, dengan atau tanpa perubahan bunyi. Chaer (2007) mendefinisikan reduplikasi sebagai proses pengulangan satuan gramatikal yang menghasilkan makna gramatikal tertentu.

Sementara itu, Arifin dan Junaiyah (2009) menyatakan bahwa reduplikasi merupakan salah satu proses pembentukan kata yang bersifat khas dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa Austronesia. Proses ini tidak sekadar pengulangan bentuk, melainkan memiliki fungsi sistematis dalam struktur bahasa.

Sebagai contoh, kata buku dapat direduplikasi menjadi buku-buku untuk menyatakan makna jamak. Namun, tidak semua reduplikasi bermakna jamak. Pada kata lari-lari, reduplikasi justru menyatakan makna aktivitas santai atau tidak serius. Hal ini menunjukkan bahwa reduplikasi memiliki fungsi semantik yang beragam.

 

2. Jenis-Jenis Reduplikasi

Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan bentuk dan proses pengulangannya.

a. Reduplikasi Penuh

Reduplikasi penuh adalah pengulangan seluruh bentuk dasar tanpa perubahan bunyi. Jenis reduplikasi ini merupakan yang paling umum dan mudah dikenali.

Contoh:

·         buku-buku

·         rumah-rumah

·         anak-anak

Reduplikasi penuh umumnya menyatakan makna jamak atau kolektif. Namun, dalam konteks tertentu, reduplikasi penuh juga dapat menyatakan makna lain, seperti intensitas atau keakraban.

 

b. Reduplikasi Sebagian

Reduplikasi sebagian adalah pengulangan sebagian bentuk dasar, biasanya pada suku kata pertama. Bentuk ini sering ditemukan pada kosakata lama dalam bahasa Indonesia.

Contoh:

·         lelaki (dari laki)

·         tetamu (dari tamu)

·         pepohonan (dari pohon)

Reduplikasi sebagian sering kali tidak lagi dirasakan sebagai bentuk ulang oleh penutur modern, karena telah membeku secara leksikal. Meskipun demikian, secara historis bentuk-bentuk tersebut berasal dari proses reduplikasi.

 

c. Reduplikasi Berimbuhan

Reduplikasi berimbuhan adalah reduplikasi yang disertai dengan afiks, baik prefiks, sufiks, maupun konfiks. Afiks dapat melekat pada bentuk dasar, bentuk ulang, atau keduanya.

Contoh:

·         berlari-lari

·         kejar-kejaran

·         sayur-mayur-an

Jenis reduplikasi ini sering menyatakan makna aktivitas berulang, saling melakukan, atau keadaan tertentu. Reduplikasi berimbuhan menunjukkan bahwa proses reduplikasi dapat berinteraksi dengan proses afiksasi dalam pembentukan kata.

 

d. Reduplikasi Perubahan Bunyi

Reduplikasi perubahan bunyi adalah pengulangan bentuk dasar dengan disertai perubahan bunyi pada salah satu unsur. Perubahan bunyi ini bersifat sistematis dan menghasilkan kesan estetis atau ekspresif.

Contoh:

·         bolak-balik

·         sayur-mayur

·         lauk-pauk

Pada jenis ini, makna yang dihasilkan tidak selalu dapat ditafsirkan secara langsung dari bentuk dasarnya. Reduplikasi perubahan bunyi sering membentuk kata majemuk yang bersifat idiomatis.

 

3. Makna Reduplikasi

Reduplikasi dalam bahasa Indonesia memiliki makna gramatikal yang beragam. Beberapa makna utama reduplikasi antara lain:

1.      Makna jamak
Contoh: buku-buku, mahasiswa-mahasiswa

2.      Makna kolektif atau keseluruhan
Contoh: pepohonan

3.      Makna intensitas atau penguatan
Contoh: besar-besar, cepat-cepat

4.      Makna aktivitas santai atau tidak serius
Contoh: jalan-jalan, lari-lari

5.      Makna frekuensi atau pengulangan tindakan
Contoh: pukul-pukul, ketuk-ketuk

Makna reduplikasi sangat bergantung pada konteks penggunaan dalam kalimat. Oleh karena itu, analisis reduplikasi harus selalu mempertimbangkan aspek semantik dan pragmatik.

 

4. Reduplikasi dalam Ragam Bahasa

Reduplikasi digunakan dalam berbagai ragam bahasa Indonesia, mulai dari ragam baku hingga ragam tidak baku. Dalam ragam formal dan akademik, reduplikasi sering digunakan untuk menyatakan konsep jamak atau kolektif secara tepat, misalnya data-data penelitian atau nilai-nilai pendidikan.

Dalam ragam lisan dan informal, reduplikasi sering digunakan untuk menciptakan kesan akrab, santai, atau ekspresif. Contoh penggunaan ini dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, dan karya sastra populer.

Dalam bahasa jurnalistik, reduplikasi digunakan secara selektif untuk menjaga kejelasan makna dan keefektifan bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa reduplikasi memiliki fleksibilitas tinggi dalam berbagai konteks komunikasi.

 

5. Ringkasan

Reduplikasi merupakan proses morfologis yang dilakukan dengan cara mengulang bentuk dasar kata. Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi dibedakan menjadi reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berimbuhan, dan reduplikasi perubahan bunyi. Reduplikasi memiliki makna gramatikal yang beragam, seperti jamak, intensitas, frekuensi, dan nuansa pragmatis tertentu. Penggunaan reduplikasi sangat luas dan mencerminkan kekayaan serta dinamika bahasa Indonesia.

 

6. Latihan

1.      Jelaskan pengertian reduplikasi menurut para ahli linguistik!

2.      Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis reduplikasi dalam bahasa Indonesia!

3.      Tentukan jenis dan makna reduplikasi pada kata-kata berikut:
a. anak-anak
b. bermain-main
c. bolak-balik

4.      Ambillah satu paragraf dari teks berita atau cerita pendek. Identifikasilah minimal lima contoh reduplikasi dan jelaskan jenis serta maknanya!

 

Daftar Pustaka

Arifin, E. Z., & Junaiyah, H. M. (2009). Morfologi: Bentuk, makna, dan fungsi. Jakarta: Grasindo.

Chaer, A. (2007). Morfologi bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A. (2007). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Putrayasa, I. B. (2003). Kajian morfologi. Jakarta: Eresco.

Minggu, 21 Desember 2025

AFIKSASI DALAM BAHASA INDONESIA

 

AFIKSASI DALAM BAHASA INDONESIA

(Sub-CPMK 5: Memahami Proses Afiksasi pada Kata Bahasa Indonesia)

Pendahuluan

Dalam kajian morfologi bahasa Indonesia, afiksasi merupakan proses morfologis yang paling produktif dan paling sering digunakan dalam pembentukan kata. Melalui afiksasi, sebuah kata dasar dapat melahirkan berbagai bentuk turunan dengan makna dan fungsi gramatikal yang berbeda. Proses ini menjadikan bahasa Indonesia kaya akan variasi kosakata serta fleksibel dalam memenuhi kebutuhan komunikasi.

Pemahaman afiksasi sangat penting bagi mahasiswa, guru, dan pemerhati bahasa karena berkaitan langsung dengan pembentukan makna, perubahan kelas kata, serta ketepatan penggunaan bahasa dalam konteks akademik maupun nonakademik. Bab ini membahas secara komprehensif pengertian afiksasi, jenis-jenis afiks dalam bahasa Indonesia, fungsi dan makna afiks, serta peran afiksasi dalam perubahan kelas kata.

 

Dasar Psikolinguistik - Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd. | CV. Cemerlang Publishing

1. Pengertian Afiksasi

Afiksasi adalah proses morfologis yang terjadi melalui penambahan afiks pada kata dasar atau bentuk dasar. Afiks merupakan morfem terikat yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus dilekatkan pada morfem lain untuk membentuk kata yang bermakna.

Chaer (2007) mendefinisikan afiksasi sebagai proses pembubuhan afiks pada bentuk dasar sehingga menghasilkan bentuk kata baru dengan makna gramatikal tertentu. Sementara itu, Arifin dan Junaiyah (2009) menegaskan bahwa afiksasi tidak hanya berfungsi membentuk kata baru, tetapi juga berperan dalam menentukan kelas kata dan hubungan sintaktis dalam kalimat.

Dengan demikian, afiksasi merupakan proses yang melibatkan aspek bentuk, makna, dan fungsi secara simultan. Afiksasi juga menjadi ciri khas morfologi bahasa Indonesia yang bersifat aglutinatif, yakni membentuk kata dengan cara menambahkan unsur-unsur terikat secara berurutan.

 

2. Prefiks Bahasa Indonesia

Prefiks atau awalan adalah afiks yang dilekatkan di awal kata dasar. Prefiks dalam bahasa Indonesia memiliki jumlah yang cukup banyak dan fungsi gramatikal yang beragam.

Beberapa prefiks utama dalam bahasa Indonesia antara lain:

1.      me-
Prefiks me- membentuk verba aktif transitif atau intransitif.
Contoh: membaca, menulis, mengajar.

2.      ber-
Prefiks ber- menyatakan keadaan, kepemilikan, atau aktivitas.
Contoh: berjalan, berbaju, berpikir.

3.      di-
Prefiks di- membentuk verba pasif.
Contoh: dibaca, ditulis, dipelajari.

4.      ter-
Prefiks ter- dapat menyatakan keadaan, kemampuan, atau ketidaksengajaan.
Contoh: terbuka, terlihat, terjatuh.

5.      ke- dan se-
Prefiks ini sering digunakan untuk membentuk numeralia atau menyatakan keadaan tertentu.
Contoh: kedua, sebuah, sebesar.

Prefiks memiliki peran penting dalam pembentukan struktur kalimat karena menentukan hubungan subjek dan predikat.

 

3. Sufiks Bahasa Indonesia

Sufiks atau akhiran adalah afiks yang dilekatkan di akhir kata dasar. Sufiks bahasa Indonesia umumnya berfungsi membentuk verba, nomina, atau memberikan nuansa makna tertentu.

Beberapa sufiks yang produktif dalam bahasa Indonesia meliputi:

1.      -kan
Sufiks -kan berfungsi membentuk verba kausatif atau benefaktif.
Contoh: membacakan, menuliskan.

2.      -i
Sufiks -i sering membentuk verba dengan makna lokatif atau repetitif.
Contoh: mengisi, menghiasi.

3.      -an
Sufiks -an membentuk nomina hasil atau tempat.
Contoh: tulisan, makanan.

4.      -nya
Sufiks -nya berfungsi sebagai penanda kepemilikan atau penegasan.
Contoh: bukunya, hasilnya.

Sufiks memperkaya fungsi gramatikal kata dan sering digunakan dalam ragam bahasa formal maupun informal.

 

4. Infiks Bahasa Indonesia

Infiks atau sisipan adalah afiks yang disisipkan di tengah kata dasar. Dalam bahasa Indonesia, infiks tergolong tidak produktif, tetapi masih penting secara teoretis.

Infiks yang dikenal dalam bahasa Indonesia antara lain:

·         -el- (contoh: telunjuk)

·         -em- (contoh: gemetar)

·         -er- (contoh: gerigi)

Menurut Putrayasa (2003), infiks umumnya ditemukan pada kosakata lama dan jarang digunakan untuk membentuk kata baru dalam bahasa Indonesia modern. Namun, keberadaan infiks menunjukkan kekayaan sistem morfologi bahasa Indonesia.

 

5. Konfiks Bahasa Indonesia

Konfiks adalah afiks gabungan yang terdiri atas prefiks dan sufiks yang melekat secara bersamaan pada kata dasar. Konfiks harus dipandang sebagai satu kesatuan makna.

Contoh konfiks dalam bahasa Indonesia antara lain:

·         ke- -ankeindahan, kebersihan

·         per- -anpertemuan, perjuangan

·         pe- -anpelayanan, pendidikan

Konfiks berfungsi membentuk nomina abstrak dan sering digunakan dalam bahasa akademik dan administrasi.

 

6. Fungsi dan Makna Afiks

Afiks dalam bahasa Indonesia memiliki fungsi dan makna gramatikal yang beragam. Fungsi utama afiks meliputi:

1.      Membentuk kata baru

2.      Menentukan kelas kata

3.      Menyatakan hubungan sintaktis

4.      Memberikan makna gramatikal tertentu

Makna afiks dapat berupa makna aktif, pasif, kausatif, refleksif, kolektif, atau abstrak. Makna ini tidak berdiri sendiri, tetapi selalu bergantung pada konteks kata dasar dan struktur kalimat.

 

7. Afiksasi dan Perubahan Kelas Kata

Salah satu dampak penting afiksasi adalah perubahan kelas kata. Afiksasi dapat mengubah verba menjadi nomina, adjektiva menjadi nomina, atau bentuk lainnya.

Contoh:

·         ajar (verba) → pengajar (nomina)

·         bersih (adjektiva) → kebersihan (nomina)

·         tulis (verba) → tulisan (nomina)

Perubahan kelas kata ini menunjukkan bahwa afiksasi berperan besar dalam pembentukan struktur gramatikal bahasa Indonesia.

 

8. Ringkasan Bab

Afiksasi merupakan proses morfologis utama dalam bahasa Indonesia yang dilakukan melalui penambahan afiks pada kata dasar. Afiks terdiri atas prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks, masing-masing dengan fungsi dan makna yang berbeda. Afiksasi tidak hanya membentuk kata baru, tetapi juga menentukan kelas kata dan fungsi gramatikal. Oleh karena itu, pemahaman afiksasi sangat penting dalam kajian morfologi dan pembelajaran bahasa Indonesia.

 

9. Latihan Pilihan Ganda dan Esai

A. Pilihan Ganda

1.      Afiks yang dilekatkan di awal kata dasar disebut …
a. Sufiks
b. Infiks
c. Prefiks
d. Konfiks

2.      Kata pengajaran terbentuk melalui proses …
a. Reduplikasi
b. Afiksasi
c. Komposisi
d. Abreviasi

B. Esai

1.      Jelaskan pengertian afiksasi menurut para ahli linguistik!

2.      Uraikan perbedaan prefiks dan sufiks disertai contoh!

3.      Jelaskan peran afiksasi dalam perubahan kelas kata bahasa Indonesia!

 

Daftar Pustaka

Arifin, E. Z., & Junaiyah, H. M. (2009). Morfologi: Bentuk, makna, dan fungsi. Jakarta: Grasindo.

Chaer, A. (2007). Morfologi bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A. (2007). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Putrayasa, I. B. (2003). Kajian morfologi. Jakarta: Eresco.

 

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

KESIMPULAN AKHIR MORFOLOGI BAHASA INDONESIA Buku Morfologi Bahasa Indonesia ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif dan apl...